Indahnya potret kemajemukan Nusantara di Pantai Sausapor Papua Barat

Seakan tak terbatas ruang etnis, anak-anak warga pendatang & lokal meluapkan keceriaan mereka di pantai berpasir.

Tommy A Lasut
Oleh Tommy A Lasut - Reporter
Indahnya potret kemajemukan Nusantara di Pantai Sausapor Papua Barat
Keceriaan anak-anak saat berenang di Pantai Sausapor Tambrauw Papua Barat. ©2015 Merdeka.com

Berjibaku bersama anak-anak warga Sausapor di saat senja, merupakan kegiatan menanti matahari tenggelam yang amat menyenangkan. Meski masih tergolong daerah pedalaman, Ibu kota Kabupaten Tambrauw, Papua Barat ini kaya akan kemajemukan.Seakan tak terbatas ruang etnis, anak-anak warga pendatang meluapkan keceriaan mereka di pantai berpasir bersama anak-anak penduduk lokal. Wajah ceria mereka saat bercanda gurau, merupakan potret nusantara di garis Pantai Sausapor. Tak terlihat perbedaan saat bercengkerama bersama. Senyum riang menghiasi bibir menambah damai suasana. Dermaga speed boat yang mulai usang menjadi saksi bisu kebersamaan ini.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sesekali mereka terlihat seperti hendak bertengkar lantaran saling mendorong. "Arif jangan, sa pukul ko nanti e? (Arif jangan, nanti saya pukul kamu)" ketus salah seorang anak penduduk lokal saat didorong ke laut temannya yang warga pendatang. Namun saat kembali ke atas dermaga, giliran ia yang menjahili Arif hingga jatuh ke laut. Tawa kebersamaan pun pecah. Meski masih bocah, mereka merupakan perenang-perenang ulung. Maklumlah, pantai adalah lokasi favorit anak-anak di Kabupaten konservasi ini.Pantauan merdeka.com, sejak pukul 14.00 hingga pukul 18.00 WIT pantai berpasir nan cantik ini dijejali oleh anak-anak. Saat matahari mulai masuk ke peraduan, mereka pun berangsur pulang ke rumah.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sausapor, ibukota Kabupaten Tambrauw dihuni oleh beragam penduduk nusantara. Tak hanya warga asli, warga Manado, Buton, Makassar, Jawa, dan Medan merupakan suku-suku pendatang yang turut ambil bagian dalam pembangunan di Kabupaten baru ini.

Rekomendasi