Medan berat, mobil-mobil mewah di Tambrauw jadi taksi

Jalan tanah menanjak dan turunan yang tajam membuat tak semua jenis kendaraan mampu melintasinya, apalagi saat hujan.

Tommy A Lasut
Oleh Tommy A Lasut - Reporter
Medan berat, mobil-mobil mewah di Tambrauw jadi taksi
Warga Tambrauw gunakan transportasi mewah. ©2015 Merdeka.com

Perjalanan menuju Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, terasa sangat jauh dan melelahkan. Hal itu disebabkan medan jalan yang cukup berat dan berbahaya.

Jalan tanah menanjak dan turunan yang cukup tajam membuat tak semua jenis kendaraan mampu melintasinya. Apalagi di saat hujan, jalanan akan menjadi licin dan berlumpur. Jika tak berhati-hati, kendaraan akan terpeleset dan jatuh di jurang dalam.

Dengan kondisi demikian, transportasi warga hanya dapat dilayani kendaraan four wheel drive sekelas Toyota Hi-lux, Ford Ranger maupun jenis Kendaraan of road lainnya. Mobil yang terbilang mewah untuk kelas transportasi umum atau taksi (sebutan angkutan umum di Papua). Di daerah lain, kendaraan ini digunakan sebagai mobil pribadi kalangan menengah ke atas.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tarif dari Kota Sorong menuju ibu kota Kabupaten Tambrauw, Sausapor, dipatok Rp 300 ribu per penumpang. Akan lebih murah jika hanya duduk di bak terbuka yang ada di belakang kendaraan, namun harus siap-siap terguncang-guncang akibat jalan yang tak rata dan menelan debu jalanan.

"Kami sudah terbiasa dengan kendaraan seperti ini. Kendaraan lain tak bisa melalui medan berat seperti di tanjakan Malangkarta dan Dela," ujar Lamekh, warga Malangkutub.

Banyak sopir truk angkutan kayu yang telah merasakan sulit dan berbahayanya melalui jalur yang kerap disebut tanjakan maut tersebut. Saat cuaca hujan, beberapa truk memutuskan untuk bermalam dan menunggu jalanan kering untuk melanjutkan perjalanan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Soalnya akan sangat berbahaya menuruni bukit dengan kecuraman sekitar 45 derajat ini di saat jalan licin. Lumpurnya cukup tebal. Menanjak saja belum tentu bisa, apalagi menuruni bukit. Bisa tergelincir," jelas Farid, salah seorang sopir jalur Sorong-Sausapor.

Rekomendasi