Ahok : Cinta Indonesia itu jangan korupsi dan jangan terima suap

"Berpihaknya hanya pada konstitusi. Itu baru namanya cinta Indonesia," ujar Ahok.

Mohammad Yudha Prasetya
Ahok : Cinta Indonesia itu jangan korupsi dan jangan terima suap
ahok di merdeka.com. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Menyambut HUT RI ke-70, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap agar para pejabat negara ini lebih mencintai Indonesia. Menurut Ahok, saat ini salah satu wujud kecintaan kepada negara itu, cukup dengan tidak melakukan korupsi, dan taat pada segala ketentuan yang sudah diatur dalam konstitusi."Cinta Indonesia itu ya jangan korupsi, jangan terima suap, jangan berpihak sama orang. Berpihaknya hanya pada konstitusi. Itu baru namanya cinta Indonesia," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/8).Selama ini, Ahok dikenal sebagai salah satu pejabat negara yang lantang meneriakkan antikorupsi. Bahkan, dirinya pun memiliki solusi guna mengurangi segala bentuk potensi korupsi di Jakarta, yakni dengan merealisasikan sistem transaksi nontunai.Maka, untuk menerapkan langkah cinta negeri berupa aksi antikorupsi di jajaran PNS DKI Jakarta, Ahok mengaku sudah merencanakan jika pembatasan penarikan uang tunai bagi PNS DKI, akan lebih ditekan lagi nominalnya.Hingga nantinya, setiap PNS DKI Jakarta hanya bisa menarik uang secara tunai, sampai jumlah Rp 25 juta setiap harinya. "Harusnya, di seluruh indonesia juga orang tidak bisa tarik kontan uang lebih dari jumlah satu kali UMP," pungkasnya.

Rekomendasi