Cerita Samsul penyandang cacat dianiaya Pol PP karena salami bupati

Terkait hal tersebut Kasat Pol PP Pemkab Jembrana IGN Rai Budi membantah tudingan tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Cerita Samsul penyandang cacat dianiaya Pol PP karena salami bupati
Samsul, penyandang cacat di Jembrana. ©2015 Merdeka.com

Beberapa bulan lagi Pilkada serentak akan digelar. Bakal calon kepala daerah sudah mulai mendaftarkan diri ke KPU daerahnya. Para calon pun siap bertarung menarik perhatian warga agar bisa terpilih di Pilkada.Sebelum Pilkada, biasanya mereka akan melakukan kampanye ke warga-warga. Dan di sana warga akan menentukan pasangan mana yang pantas untuk didukung.Seperti yang dialami Samsul, warga Jembrana Bali. Menjelang Pilkada serentak dia antusias mendukung salah satu calon daerahnya tersebut. Dia mendukung kembali Bupati Jembrana I Putu Artha yang selama ini memimpin Jembrana.Karena itu, pria paruh baya tersebut datang ke KPUD Jembrana saat I Putu Artha mendaftarkan diri. Selain itu, Samsul juga ingin berjabat tangan dengan jagoannya. Namun sayang kejadian nahas yang tak terduga menimpanya. Saat menyalami Bupati Jembrana I Putu Artha Samsul tiba-tiba disergap sejumlah anggota Satpol PP Jembrana dan dinaikkan ke atas mobil dinas.

Tidak hanya itu, pria disabilitas ini juga mendapat pukulan setelah sempat protes membela diri karena tidak apa kesalahannya. Ironisnya, I Putu Artha yang nantinya bakal mencalonkan diri kembali justru terdiam dan tersenyum melihat keluguan Samsul saat diseret menuju mobil dinas Satpol PP."Di atas mobil Pol PP saya diinjak dan ditendang dan mulut saya dipukul sampai gigi lepas satu," ujar Samsul, serambi menunjukkan giginya yang copot, Kamis (30/7) di Jembrana.Warga Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Jembrana ini mengaku heran kenapa dia diperlakukan seperti itu oleh Satpol PP. Padahal tujuan dia menyalami Bupati Artha usai mendaftar di KPUD Jembrana hanya untuk memberikan ucapan selamat dan dukungan sebagai simpatisan.Lantaran tidak terima dianiaya oleh anggota Satpol PP, Samsul yang diketahui pincang ini berang dan berusaha melakukan perlawanan."Begitu sampai di rumah diantar dengan mobil Pol PP, saya langsung masuk rumah dan ambil sabit. Saya cari Pol PP yang mukul saya, tapi mobil mereka keburu jalan saya sempat lemparkan arit dan kena mobilnya," ujar Samsul.

Dia menceritakan secara gamblang bagaimana kronologis hingga akhirnya dia dianiaya oleh beberapa anggota Satpol PP."Saya menuturkan peristiwa yang menimpa diri saya dengan sebenarnya. Tidak menambah-nambah maupun mengurangi," ujar Samsul saat ditemui di Jembrana, Kamis (30/7) sore.Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi Selasa (28/7) sekitar pukul 14.30 WITA. Kejadian bermula saat dirinya berada di depan kantor KPUD Jembrana untuk menyaksikan pendaftaran calon yang mengikuti Pilkada Jembrana."Usai pendaftaran Bapak Bupati Jembrana I Putu Artha keluar dari pintu gerbang KPU. Saya bergegas menghampiri untuk bersalaman sebagai ungkapan selamat atas pencalonan kembali," tuturnya.Namun lantaran sulit berjalan dan tangannya yang cacat sehingga sulit untuk berjabat tangan, akhirnya warga Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana ini hanya bisa tos dengan bupati."Waktu itu bapak bupati menyambut tos saya dengan baik dan ramah sambil senyum," terangnya.

Setelah usai tos, Bupati Artha dan rombongan langsung meninggalkan lokasi termasuk meninggalkan Samsul. Saat itulah menurut Samsul sejumlah anggota Pol PP menyergapnya dan menaikkannya ke atas mobil dinas untuk mengantar dirinya pulang ke rumah."Jadi saat saya diambil dan dinaikkan ke atas mobil, bapak bupati tidak melihat saya karena sudah pergi dari tempat itu. Termasuk saat saya dipukulin di atas mobil, bupati tidak tahu," terangnya.Terkait hal tersebut Kasat Pol PP Pemkab Jembrana IGN Rai Budi membantah tudingan tersebut. "Tidak benar anggota kami bertindak dan menangani dengan cara-cara seperti itu. Tidak benar itu, saya akan coba croscek," bantahnya.Saat Artha Kembang datang samsul memang sempat salaman sama pak putu artha. "Ya katanya Salam tosn" tuturnya. Dan saat itu, Putu Artha yang juga Bupati Jembrana ini sempat berucap terima kasih sambil tersenyum pada Samsul. Kemudian sore sekitar pukul 16.00 WITA, ketika dua pasangan calon lain datang mendaftar, Samsul mau salaman juga tapi tidak sempat karena terhadang massa. Namun, Samsul tetap nekat menerobos masuk ke ruang penerimaan pasangan calon. "Di ruangan itu, Samsul ngoceh tidak jelas. Nadanya seperti ngomel-ngomel dan berteriak bahwa penyandang cacat mendukung pilkada agar sukses," jelasnya.

‎Melihat hal tersebut, salah seorang petugas Pol PP berusaha meminta Samsul untuk tenang. Namun diindahkan dan kemudian kembali petugas meminta Samsul untuk keluar ruangan pendaftaran. Petugas justru mempersilakan Samsul memberikan dukungan di luar ruangan. Namun di luaran, Samsul justru marah-marah sambil berteriak. Petugas akhirnya melaporkan ke Satpol PP untuk mengamankan. Saat kejadian tersebut, Samsul benar dinaikkan ke mobil Satpol PP. Namun tidak benar ada tindak pemaksaan dan kekerasan dalam mengamankan."Saat itu Samsul langsung duiantar keluar. Saat pengamanan, semua pasangan calon termasuk calon Putu Arta, sama sekali tidak tau bahkan sudah tidak ada di tempat," tegasnya.Memang benar bahwa saat Samsul dinaikkan ke mobil sempat berontak dan melakukan perlawanan, sehingga terjadi insiden akibat terkena siku petugas yang menghindar dari cengraman Samsul. "Setahu saya, Samsul semasa muda atlet berprestasi. Hanya saja dirinya sekarang suka bersikap Maunya sendiri," ujar salah seorang warga yang mengenal sosok Samsul.Dikatakannya bahwa memang sejak pagi sebelum pasangan calon tiba di KPU Jembrana, Samsul sudah mondar mandir di pinggir jalan depan gedung KPU. Bahkan terlihat oleh salah seorang petugas KPU bernama Jagat, pria ini membawa lembing yang dimainkannya."Bahkan lembing mainannya sempat mau dilemparkan dari seberang jalan ke gedung. Namun lebih dahulu dihalau polisi," terang petugas ini. Menyikapi ini, Kabag Humas Pemkab Jembrana IB Surya Putra, meyakinkan kembali bahwa apa yang dituturkan oleh Samsul tidaklah benar. Bahkan soal dikatakan Pasangan Calon Putu Arta tersenyum melihat dirinya digelandang ke dalam mobil juga tidaklah benar jika dilihat dari kronologis kejadian di lapangan.

Rekomendasi