Pimpinan DPR sebut bentrokan Brimob dengan TNI karena emosi sesaat

"Sudah ditangani oleh para petinggi, sehingga tidak melebar kemana-mana," kata Taufik.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Pimpinan DPR sebut bentrokan Brimob dengan TNI karena emosi sesaat
Taufik Kurniawan. ©dpr.go.id

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menyebut insiden penyerangan Markas Brimob Simongan Semarang yang diduga dilakukan oleh anggota TNI dari Penerbang Angkatan Darat hanyalah insiden yang didasari lewat emosi sesaat saja. Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrok itu terjadi karena kesalahpahaman saat berada di Komplek ATM BRI, Jalan Abdur Rahman Saleh, Semarang."Konon ada masalah, ada salah paham saat mengambil ATM, terlalu lama, konteksnya emosional sesaat," kata Taufik di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (13/7). Berdasarkan informasi yang diperolehnya, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengklaim insiden ini sudah ditangani dengan baik oleh kedua petinggi, baik di TNI maupun Polri."Sudah ditangani oleh para petinggi, salut juga ke pengambil keputusan sehingga tidak melebar kemana-mana. Kita harapkan ke depan tidak terjadi lagi," terang dia.Sebelumnya, seorang saksi mata berinisial YK (60) menceritakan peristiwa yang terjadi di Markas Brimob Simongan Semarang saat terjadi penyerangan. Kebetulan YK saat kejadian sedang menginap di rumah menantunya di asrama kompleks Brimob Simongan.YK mengatakan, kejadian terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dinihari. "Awalnya kejadian dari pos penjagaan Markas Brimob ada sejumlah orang dikejar-kejar oleh anggota Brimob. Saat itu, terdengar ledakan tembakan kurang lebih sebanyak empat kali," kata YK ditemui merdeka.com di sekitar Kompleks Markas Brimob Simongan di Jalan Kumudasmoro, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (12/7).YK mengungkapkan, jika sekelompok orang yang dikejar-kejar itu diduga adalah anggota TNI dari Penerbang Angkatan Darat Kota Semarang, Jawa Tengah. Diduga sebelum aksi kejar-kejaran itu telah terjadi bentrokan antara anggota TNI dan anggota Brimob di dalam Mako Brimob Simongan Semarang tersebut.Lalu, sekelompok orang diduga anggota Penerbad tersebut lari dari pos penjagaan menuju ke sekitar Masjid At- Tawab yang ada di Kompleks Markas Brimob Simongan Yon-A Kompi 2 Semarang Barat, Kota Semarang. "Nah, di sekitar masjid sudah ada ratusan anggota Penerbad temannya lain menunggu," ungkapnya.Kemudian di masjid itu, saksi mata YK melihat sejumlah orang yang diduga anggota Penerbad emosi dan mengamuk. Belum diketahui apa penyebab dan motif terjadinya penyerbuan Markas Brimob Polda Jateng di Simongan, Kota Semarang itu.

Rekomendasi