Ketua DPD sarankan dana aspirasi tak diberi langsung ke anggota DPR

DPD selaku perwakilan daerah mengingatkan pada pemerintah, pemerataan di Indonesia cukup senjang

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Ketua DPD sarankan dana aspirasi tak diberi langsung ke anggota DPR
Diskusi Pangan Kita. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Ketua DPD RI Irman Gusman menyarankan dana aspirasi yang masuk dalam RAPBN 2016 tidak diberikan langsung setiap kepala yang menjadi wakil rakyat. Tapi dana yang dikemas dalam program pembangunan daerah pemilihan ini diberikan per provinsi. "Katakan misalkan dibagi perprovinsi, kita ada 34 provinsi, ya dibagi saja," kata Irman di sela rapat kerja konsolidasi Anggota DPD RI Provinsi Jawa Barat, di Hotel Horison Bandung, Senin (6/7).Menurut Irman jika dana aspirasi dibagikan setiap kepala akan menimbulkan kesenjangan dan itu akan sangat rentan. Sebab dana yang diajukan begitu besar yakni Rp 11,2 triliun dengan alokasi Rp 20 miliar tiap anggota dewan. "Kalau per kepala memang akan terjadi kesenjangan makin lebar," ungkapnya. Tapi dia menyebut, pemerintah selaku penentu anggaran belum memenuhi keinginan DPR ihwal dana aspirasi. "Kalau melihat yang berkembang di pemerintah sepertinya belum memberikan persetujuan," jelasnya. DPD selaku perwakilan daerah mengingatkan pada pemerintah, pemerataan di Indonesia cukup senjang."Kalau DPD mengatakan begini, kita bisa memahami dana aspirasi yang disampaikan oleh DPR tersebut. Cuma kami yang ingin mengingatkan pembangunan d indonesia itu-kan tidak merata. Untuk itu yang paling penting adalah harus mengingat itu," ujarnya.‎

Rekomendasi