Ramadan dan jelang lebaran, Bekasi diserbu pengemis dari luar kota

Kebanyakan mereka memilih Bekasi karena saking ketatnya di Jakarta.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ramadan dan jelang lebaran, Bekasi diserbu pengemis dari luar kota
Ilustrasi pengemis. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Di hari-hari Ramadan dan menjelang lebaran, Bekasi diserbu pengemis dari luar kota. Menyikapi hal itu, Pemerintah Kota Bekasi mengimbau warga agar menyalurkan amal melalui lembaga resmi, bukan dengan memberikan sedekah ke pengemis di jalan-jalan.Kepala Sub Bagian Perencanaan Dinas Sosial Kota Bekasi Dalfi Handri mengatakan, pada saat Ramadan dan menjelang lebaran, banyak pengemis musiman bermunculan di wilayah setempat. Para pengemis itu memadati sejumlah tempat ibadah, dan turun ke jalan raya untuk meminta-minta."Kami akan segera menertibkan," kata Dalfi kepada wartawan di Bekasi, Sabtu (27/6).Dalfi melanjutkan, para pengemis musiman itu diduga sengaja menyerbu Kota Bekasi karena saking ketatnya di Jakarta. Menurut dia, pengemis tersebut memanfaatkan momentum Ramadan atau menjelang lebaran untuk menarik simpati masyarakat agar beramal."Datangnya juga kami enggak tahu, tiba-tiba banyak," kata Dalfi.Dalfi menambahkan, pihaknya bakal memulangkan para pengemis yang terkena razia nanti ke daerah asalnya. Tapi, kata dia, pengemis itu akan didata dan dibina terlebih dahulu di Panti Sosial Bulak Kapal, Bekasi Timur."Kalau dibiarkan malah merusak keindahan kota," kata Dalfi.Pengemis banyak dijumpai di sekitar lampu merah Jalan Ahmad Yani, Cut Mutia, Joyo Martono, Juanda, Sudirman, dan jalan protokol lainnya. Selain itu, sejumlah tempat ibadah tak luput dari serbuan pengemis untuk mengais rejeki dengan cara meminta-minta.

Rekomendasi