Diawali buka puasa bersama, PDIP gelar haul ke-45 Bung Karno

Acara haul tersebut akan diisi dengan penyantunan terhadap anak-anak yatim, buka puasa bersama sekaligus tahlil.

Marselinus Gual
Oleh Marselinus Gual - Reporter
Diawali buka puasa bersama, PDIP gelar haul ke-45 Bung Karno
haul bung karno. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Dalam rangka memperingati 45 tahun wafatnya Proklmator Bung Karno, Panitia Bulan Bung Karno (PBBK) menggelar haul di bekas kantor DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (20/6).Ketua Pantia BBK, Abidin Fikri mengatakan, acara haul tersebut akan diisi dengan penyantunan terhadap anak-anak yatim, buka puasa bersama sekaligus tahlil untuk mendoakan arwah sang proklamator kemerdekaan Indonesia tersebut."Nantinya akan ada tahlilan, santunan bagi anak-anak yatim sekaligus buka puasa bersama," kata Abidin di Jakarta.Lebih jauh, Abidin menjelaskan, acara haul tersebut merupakan puncak dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang mengusung tema "Bung Karno Bapak Bangsa".Abidin menambahkan, acara haul tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara-acara sebelumnya yang disesuaikan dengan tanggal wafatnya Bung Karno yakni 21 Juni."Ini merupakan bagian dari rangkaian acara-acara sebelumnya," terangnya.Sebelumnya, Panitia Bulan Bung Karno telah menggelar acara secara maraton yang diawali dengan peringatan hari lahirnya pancasila sekaligus peresmian gedung DPP PDI Perjuangan di Jalan Diponegoro Jakarta Pusat pada tanggal 1 Juni 2015. Sepekan berikutnya, pada 6 Juni 2015, juga digelar panggung rakyat di Tugu Proklamasi dan pertunjukan kesenian wayang di kantor DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung. Pada 14 Juni 2015 yang lalu, pihak panitia juga menggelar jalan santai "Bung Karno Bapak Bangsa" di Car Free Day Jakarta.Keseluruhan acara tersebut bertujuan untuk memperkuat memori kolektif bangsa kepada Bung Karno selaku Presiden Indonesia pertama sekaligus sang proklamator kemerdekaan."Semuanya ini kami persembahkan kepada rakyat agar terus merawat ingatannya kepada Sang Bapak Bangsa yakni Bung Karno," tutup Abidin.

Rekomendasi