Usai ijab qabul, Gibran-Selvi lakukan prosesi panggih

Panggih yang berarti pertemuan diawali dengan balangan sirih, injak telur dan basuh kaki.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Usai ijab qabul, Gibran-Selvi lakukan prosesi panggih
Pernikahan putra Jokowi. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Pernikahan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dengan Putri Solo 2009, Selvi Ananda, Kamis (11/6) pagi, berlangsung khusyu dan lancar.

Meski membaca, Gibran berhasil mengucapkan kalimat ijab qabul dalam satu tarikan napas dengan tenang.Usai akad nikah keduanya menjalani prosesi 'liru kalpika' atau tukar cincin dilanjutkan acara panggih. Panggih yang berarti pertemuan diawali dengan balangan sirih, injak telur dan basuh kaki.Sebelum acara panggih, keduanya memang dipisahkan tempat duduknya. Selvi yang berada di kursi pelaminan dan Gibran di ruang transit bagian depan gedung. Secara bersamaan keduanya berjalan dan bertemu di tengah-tengah pangung sasana.Gibran dan Selvi yang sudah siap dengan untaian daun sirih dan bunga melati langsung saling lempar. Setelah saling mendekat, keduanya bersalaman. Kemudian Gibran menginjak telur yang sudah dipersiapkan. Selvi pun segera bersimpuh di hadapan Gibran seraya membasuh kaki suaminya yang kotor terkena air."Nginjak telor ini sebagai simbul pecah pamor, kalau yang dilakukan mempelai putri ini lambang bakti istri kepada suami," ujar Mufti Raharjo, budayawan asal Solo.Usai prosesi tersebut dilanjutkan dengan sinduran. Selendang berwarna merah putih yang melambangkan seperti gula dan kelapa disampirkan oleh ibu pada pundak kedua mempelai. Selanjutnya, ayah Selvi Didit Supriyadi membimbing keduanya berjalan ke pelaminan, sedangkan sang ibu mendorong dari belakang."Sindur lekuk putih ini melambangkan bahwa perjalanan hidup itu berliku. Kedua mempelai harus bersatu dan direkatkan oleh kain sindur," imbuh Mufti.Acara dilanjutkan dengan prosesi bobot timbang. Di mana kedua mempelai yang sudah berada di pelaminan akan ditimbang oleh ayah Selvi dengan cara duduk di tengah keduanya. Didit ayah Selvi akan memangku Gibran di kanan dan Selvi di sebelah kiri. Saat tersebut sang ibu, Supartini akan menanyakan "Berat mana pak?, kemudian biasanya akan dijawab, podo abote'. Yang artinya harus imbang dan adil.Usai bobot timbang, Selvi melakukan sungkem pada suami. Kemudian dilanjutkan dengan ritual kacar-kucur. Sindur yang sudah diisi berbagai kebutuhan pokok oleh Gibran diberikan kepada Selvi. Prosesi tersebut melambangkan bahwa lelaki mempunyai kewajiban untuk memberikan nafkah kepada istri. Demikian juga kewajiban istri harus bisa mengelola harta yang diberikan suami.Prosesi selanjutnya adalah dulangan tumpeng kecil. Kedua mempelai akan saling menyuapi, hal tersebut sebagai simbul bahwa susah senang harus selalu bersama. Prosesi diakhiri dengan ngunjuk tirto wening atau minum air bening. Hal tersebut dilakukan secara bersamaan dengan sebuah gelas.Usai upacara adat selesai Jokowi dan Iriana baru datang, ke pelaminan. Acara ini dalam adat jawa disebut tilik pitik atau mapak (menjemput) besan.Setelah Jokowi sebagai besan datang, kedua mempelai melakukan sungkeman. Sebelum sungkeman petugas melepas keris yang digunakan Gibran. Acara yang disebut nglolos duwung tersebut dilakukan oleh Haryanto, yang juga adik Iriana.Sungkem diawali oleh Selvi diikuti Gibran kepada kedua orangtuanya. Kemudian gantian Gibran memimpin sungkeman kepada kedua orangtuanya. Acara sungkeman diiringi tembang Dhandanggula Sido Asih.Dalam acara tersebut, karena Selvi merupakan anak terakhir, juga dilakukan upacara adat tumplak kunjen. Didit sebagai ayah, secara simbolis membagi harta ke kedua putrinya.

Rekomendasi