Miris, putri TKW yang tewas di Hongkong kenal ibunya cuma lewat foto

Rahayu mengaku berpisah dengan ibunya sejak usia 7 bulan.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Miris, putri TKW yang tewas di Hongkong kenal ibunya cuma lewat foto
Anak TKW yang tewas di Hongkong. ©2015 Merdeka.com

Almarhumah Wiji Astuti (37), Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang ditemukan tewas di Hongkong, memiliki anak satu anak bernama Rahayu Putri (11). Namun sepanjang hidupnya, bocah kelas 5 SD Negeri Wonokerto 2 itu, mengaku tidak pernah ingat pertemuannya terakhirnya dengan sang ibu.Ditemui di rumah kakeknya, Supardi (73) di Dusun Krajan RT 04 RW 01 Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Rahayu tampak tetap ceria. Kata-katanya tegas dan lancar saat menjawab pertanyaan para wartawan."Sudah lama tidak bertemu, kan enggak pernah pulang, enggak ingat. Biasanya telepon, sekarang enggak bisa lagi, sudah lama juga teleponnya. Semoga cepat dibawa pulang jenazahnya," kata Rahayu Putri, Rabu (10/6).Wiji TKW asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan tewas digulung kasur di Hongkong. Korban mengalami luka tusuk di tangan dan tubuhnya. Rahayu mengaku berpisah dengan ibunya sejak usia 7 bulan."Sejak umur 7 bulan tidak pernah melihat ibu saya. Saya ingin lihat wajahnya dan memeluk ibu saya. Saya berharap jenazah ibu saya bisa dipulangkan. Bisa segera dimakamkan," katanya.Rahayu mengenal wajah ibunya dari foto yang dikirimkan sekitar sepuluh tahun lalu. Pernah berbicara melalui telepon, itupun hanya sekali. Sejak saat itu tidak pernah telepon lagi.Awalnya Wiji berangkat ke Hongkong menjadi pembantu rumah tangga pada Maret 2005. Selama di Hongkong, Wiji hanya sekali berkirim uang pada putrinya sebanyak Rp 1 juta untuk biaya sekolah.Sekitar beberapa tahun lalu, Wiji pernah menanyakan nomor telepon almarhum suaminya, Supaat. Tetapi tidak juga menelpon hingga Supaat meninggal karena kecelakaan setahun lalu."Ibu pernah minta nomor telepon bapak melalui Facebook saya. Saya kirim nomor telepon saya. Tapi tidak juga telepon saya sampai sekarang. Sangat kangen sama ibu saya," kata Rahayu.Putri mengaku kaget saat mengetahui kabar kalau ibunya meninggal dunia di Hongkong pada Senin (8/6) lalu. "Saya kanget dengar ibu saya meninggal. Saya menangis. Ingin memeluk ibu untuk yang terakhir. Itu yang saya minta," katanya sambil memegang dua foto ibunya.Sementara itu, Supardi (73), ayah Wiji Astutik ingin jenazah anaknya segera dipulangkan ke Indonesia. Wiji berangkat ke Hongkong melalui PT Tritama Bina Karya, dia hanya sekali pulang saat Supardi sakit."Saya memang tidak tahu kabarnya seperti apa di Hongkong. Dia hanya bilang saat akan berangkat akan kerja di Hongkong menjadi pembantu rumah tangga," katanya.

Rekomendasi