Penusuk Jopi dari TNI AL masih berkeliaran, aktivis merasa tak aman

"Berdasarkan keterangan saksi ada sekitar 6 orang, kita ingin agar semua nama-nama pelaku itu dibuka," kata Mina.

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Penusuk Jopi dari TNI AL masih berkeliaran, aktivis merasa tak aman
Jopi Peranginangin. ©facebook.com

Sejumlah aktivis mendesak Polisi Militer (POM) TNI AL membuka identitas penusuk aktivis lingkungan, Jopi Peranginangin, hingga tewas di Venue Bar and Lounge, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu pekan lalu. Para aktivis menyebut, para pelaku bukan hanya seorang, tetapi enam orang."Berdasarkan keterangan saksi ada sekitar 6 orang, kita ingin agar semua nama-nama pelaku itu dibuka," kata Deputi I Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman), Minasusana Setra, dalam jumpa pers di Rumah Aman, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (5/6).Para saksi yang sudah dimintai keterangan oleh kepolisian, sebagian adalah rekan-rekan Jopi sendiri yang hadir di tempat kejadian perkara (TKP). Oleh karenanya, para aktivis mendesak Polri dan POM AL menuntaskan kasus ini segera mungkin berdasarkan saksi dan bukti di TKP."Menurut kita bukti-bukti sudah cukup. Kami ingin niat baik dari Polri dan POM AL sehingga tidak ditutupi," ujarnya.Mina mengungkapkan, pihaknya juga merasa tidak aman karena sudah dua pekan para pelaku masih bebas berkeliaran."Kami tidak puas dalam kasus ini. Ini terlalu lama pada kasus penyelidikan," tutupnya.Mina menambahkan, ada 22 pengacara dari berbagai organisasi yang akan mengawal kasus penusukan Jopi agar berjalan adil dan transparan. Pihaknya juga meminta bantuan Komnas HAM dan LPSK."Sudah ada koordinasi dengan LPSK saksi 5 orang. Prioritas utama pelaku ditangkap dulu selanjutnya baru pengadilan mana yang akan mengadili, militer apa pengadilan sipil," sambung Mina.

Rekomendasi