Sopir ungkap kronologi Christopher rebut setir Outlander maut

Dia sempat menceritakan ada kejadian misterius di mobil itu karena tape mobil mendadak hidup dan mati.

Nurul Tirsa Sari
Oleh Nurul Tirsa Sari - Reporter
Sopir ungkap kronologi Christopher rebut setir Outlander maut
Sidang Christopher. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Sidang Christopher, pengemudi Outlander maut yang menewaskan beberapa orang di kawasan Pondok Indah kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Agenda sidang hari ini mendengar keterangan saksi salah satunya Sandi, sopir Ali, si pemilik Outlander.Dalam kesaksiannya, Sandi juga tak paham kenapa Ali mendadak turun dari mobilnya. Tapi dia menceritakan ada hal aneh yang terjadi sebelum Ali keluar dari mobil yang dia kemudikan. Yakni, tape mobil tiba-tiba saja mati dan hidup secara berulang kali padahal tiga orang di mobil itu tak menyentuh tape.Hakim coba mencecar penjelasan Ali. Ali ditanya siapa yang menghidupkan dan mematikan tape mobil itu."Saya tidak ingat," jawab Sandi singkat, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/6).Tak lama berselang setelah kejadian misterius itu, Ali memutuskan turun di wilayah Mayestik, Kebayoran Baru. Sementara dirinya bersama Christopher terus melanjutkan perjalanan dengan mobil itu ke Pondok Indah. Dia pun heran kenapa Ali turun sebab tak terlihat ada pertengkaran dengan Christopher.


Kemudian, tiba di underpass dekat Gandaria City, telepon genggam Sandi bergetar. Saat itulah secara tiba-tiba Christopher bergumam dan bilang, "Percayalah sama saya, Pak." Usai mengatakan hal tersebut, Christopher kemudian memegang pundak Sandi dan mencekik lehernya."Saya menghentikan mobil, melepas seat belt dan ke luar dari mobil," tutur Sandi.Lantaran panik, Sandi lalu memilih keluar dari mobil dan mencari telepon genggamnya yang dibuang oleh Christopher. Sementara, Christopher langsung mengendarai Outlander tersebut dan disaksikan oleh Sandi jika mobil majikannya itu menabrak sepeda motor.Sandi lalu mendekati pemotor tersebut yang diketahuinya saat itu sudah tidak bernyawa, sedang Christopher dibiarkannya terus melaju hingga menabrak kembali.
Rekomendasi