Tiga belas Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Kabupaten Kepulauan Meranti yang sebelumnya diduga disandera bos judi Kamboja, akhirnya tiba di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK II) Pekanbaru. Kedatangan mereka dijemput oleh Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir dan Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Z Pandra SH. Datang melalui pintu masuk internasional Bandara SSK II Pekanbaru, 13 WNI tersebut keluar dengan pengawalan ketat. Petugas bandara dan kepolisian turut serta mengamankan rute mereka hingga menuju bus yang sudah menunggu di area turun naik penumpang.Pantauan di lapangan, mereka keluar dengan berurutan. Dengan masing-masing dua orang, yang dikawal satu petugas bandara serta satu polisi.Saat diwawancarai wartawan, mereka cuek dan mendadak 'bisu' seperti tak menghiraukan pertanyaan para awak media. Mereka langsung berlalu meninggalkan wartawan.Bahkan, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Z Pandra juga terlihat kompak bungkam dan enggan memberikan komentar. Pandra hanya tersenyum saat ditanya tentang apa saja yang dialami para WNI dan bagaimana proses pembebasan tersebut."Saya tidak tahu. Pokoknya apa yang disampaikan Kedubes itu dia," ujar Pandra singkat sambil berlalu.Ke 13 WNI tersebut bernama Edi, Sandi, Salim Junyardi, Budi Harsono, Jhonson, Hendry, Hendra, Wisely, Winson Fernando, Swandi Sofyan, Ade Gusrianto, Teddy dan Sedy. Mereka tiba di Pekanbaru melalui penerbangan dari Kuala Lumpur, dengan menggunakan pesawat Air Asia.Setelah semua orang ini masuk ke bus, para sandera ini sesuai jadwal langsung dibawa ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia untuk menggelar jumpa Pers, yang telah di rencanakan sebelumnya.
Tiba di Riau, WNI disekap bos judi di Kamboja mendadak 'bisu
Sebelumnya belasan WNI tersebut ditahan sebagai jaminan setelah bosnya melarikan uang milik bos judi asal Kamboja.
Rekomendasi