Ini alasan Jokowi tunjuk Destry Damayanti sebagai ketua Pansel KPK

"Pilihannya banyak," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Ini alasan Jokowi tunjuk Destry Damayanti sebagai ketua Pansel KPK
Jokowi di Malang. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan 9 nama sebagai anggota panitia seleksi pimpinan KPK. Kesembilan nama tersebut semuanya wanita dan diketuai oleh ahli ekonomi keuangan dan moneter, Destry Damayanti.Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, Presiden Jokowi berharap besar KPK menjadi lembaga yang kuat dan berwibawa. Anggota pansel pimpinan KPK memiliki tanggung jawab besar untuk menjaring pimpinan KPK yang independen dan kredibel."Kita cari seorang ketua yang mampu mengelola kerja tim pansel ini secara baik. Pilihannya banyak, semuanya punya kemampuan yang sama tetapi kita juga berpikiran bahwa ini juga perlu kemampuan manajemen," kata Pratikno kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (211/5).Pratikno menegaskan, semua anggota pansel pimpinan KPK memiliki keahlian yang beragam. Baik itu dari sisi hukum,tata negara, keuangan, psikologi dan lain sebagainya."Korupsi itu bukan hanya masalah hukum. Korupsi itu masalah hukum tata negara, masalah hukum pidana, juga masalah hukum bisnis," jelas Pratikno."Korupsi itu juga masalah kelembagaan, korupsi itu juga masalah manajemen, dan lain-lain. Nah, kita juga harus menemukan orang yang punya kemampuan tinggi untuk menemukan, membaca karakter orang," imbuhnya.Berikut 9 nama anggota panitia seleksi pimpinan KPK yang ditunjuk Presiden Jokowi:1. Destry Damayanti (ahli ekonomi keuangan dan moneter, ketua merangkap anggota)2. Eni Nurbaningsih (pakar hukum tata negara ketua badan pembinaan hukum nasional, wakil ketua)3. Harkristuti Harkrisnowo (pakar hukum pidana dan HAM, Ketua Badan Pengembangan Manusia Kmenkum HAM)4. Betty Alisyahbana (ahli IT dan Manajemen)5. Yenty Garnasih (pakar hukum pidana ekonomi dan pencucian uang)6. Supra Wimbarti (ahli psikologi SDM dan pendidikan)7. Natalia Subagyo (ahli tata negara pemerintahan)8. Dyani Sadya Wati (ahli di Bappenas)9. Meutia Ganie Rochman (ahli sosiolog korupsi dan modal sosial)

Rekomendasi