Ribuan mahasiswa akan turun ke jalan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional pada 21 Mei mendatang. Para mahasiswa itu tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia. Sejumlah isu akan disuarakan. "21 Mei kami akan bergabung dengan BEM se-Indonesia. Sejauh ini yang sudah konfirmasi masih BEM seluruh Jawa dan Kalimantan. Kami akan aksi di depan Istana Negara dan menuntut agar bisa berdialog dengan presiden," ujar Andi Aulia Rahman, Ketua BEM UI di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (17/5). Ada dua isu yang mereka angkat angkat menjadi prioritas yaitu, terkait pelemahan lembaga antikorupsi dan kebijakan menaikkan harga barang pokok.Sementara itu pagi tadi saat Car Free Day, mereka menggelar banner bertuliskan 'Surat Terbuka untuk Presiden'. Rencananya banner panjang yang sudah dibubuhi berbagai pendapat masyarakat tersebut, digunakan sebagai perangkat aksi 21 Mei nanti."Hari ini mencoba mengajak masyarakat yang ikut Car Free Day untuk menyampaikan surat terbukanya pada presiden," ungkapnya Andi.Aksi BEM UI pagi ini menjadi bagian dari propaganda mengajak masyarakat menyampaikan aspirasinya. Harapannya masyarakat bisa tergugah untuk menyampaikan keresahannya tentang kondisi Indonesia. Menurut Andi masih banyak kebijakan Jokowi yang menyengsarakan rakyat. "Kepemimpinan Jokowi selama 6 bulan ini pastinya banyak sekali blunder. Presiden punya banyak kebijakan yang bisa dibilang tidak pro pada rakyat. Misalnya di bidang hukum terkait kriminalisasi KPK, pelemahan agenda anti korupsi, menaikkan harga BBM yang sejatinya sudah menyengsarakan rakyat Indonesia," tegasnya.Agenda terdekat setelah ini, BEM UI Senin malam besok diundang untuk berdialog dengan presiden di Istana Negara. Ruang dialog dengan Jokowi tersebut juga akan melibatkan BEM Se-Indonesia.
21 Mei, ribuan mahasiswa akan demo minta dialog dengan Jokowi
Isu pelemahan lembaga antikorupsi dan kenaikan harga bahan pokok akan menjadi tema aksi.
Advertisement
Rekomendasi