Tim DVI Polri sebut cuaca jadi kendala utama pencarian di Nepal

"Kalau ke Nepal ini pertama kali. Tetapi untuk tugas ini sudah ke sekian kalinya," ujar Eko.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim DVI Polri sebut cuaca jadi kendala utama pencarian di Nepal
WNI dari Nepal tiba di Halim Perdanakusuma. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Anggota Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri Kompol Eko Yunianto mengatakan, kendala cuaca menjadi faktor utama mengidentifikasi seseorang. Namun menurut dia, dengan melihat musim dingin di Nepal akan memudahkan mengidentifikasi tiga WNI yang masih hilang."Kalau di tempat yang normal biasanya pembusukan akan lebih cepat terjadi tetapi kalau dingin biasanya akan lebih lama dan kita tahu cuaca di sana bagaimana. Namun harapannya kalau pun ditemukan dalam kondisi yang tidak diinginkan dalam arti baik-baik saja," kata Eko di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/5).Eko mengaku tugas ini merupakan pengalaman pertamanya ke Nepal. Namun secara keseluruhan Eko mengakui sudah beberapa kali menjadi tim khusus untuk menangani musibah besar salah satunya identifikasi kecelakaan pesawat Air Asia."Kalau ke Nepal ini pertama kali. Tetapi untuk tugas ini sudah ke sekian kalinya," ujar dia.Seperti diketahui, Mabes Polri mengirim Tim Disaster Victim Identification (DVI) ke Nepal, Rabu (13/5) malam. Tim tersebut dikirim untuk bergabung dengan tim pemerintah Indonesia dan Forensik Internasional guna mengidentifikasi korban tewas akibat gempa berkekuatan 7,9 Skala Richter mengguncang Nepal pada 25 April lalu.Menurut Wakil Divhubinter Polri Kombes Pol Krisna Murti tim DVI Mabes Polri tersebut diwakili oleh Kompol Eko Yunianto dari Biddokes Polda Sulawesi Selatan dan Kompol Faizal dari Biddokes Kepulauan Riau. Keduanya nanti akan ditugaskan selama tujuh hari dengan pertimbangan diperpanjangan masa tugas di Nepal."Awal tugas itu tujuh hari. Tugas utamanya mencari WNI yang menjadi korban di Nepal," kata Krisna di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/5).Krisna mengatakan, tim DVI ini juga dibekali data ante mortem milik 3 WNI yang hingga kini belum ditemukan keberadaannya. Ketiga orang itu merupakan pendaki Everest bernama Alma Parahita, Kadek Andana, dan Jeroen Huhawat."Tim DVI ini setelah berkoordinasi dengan otoritas di sana untuk mengidentifikasi, setelah dipastikan, lalu langsung dibawa pulang," ujar dia.

Rekomendasi