Tak miliki biaya, enam siswa Suku Talang Mamak terancam gagal UN SD

Mereka membutuhkan biaya sekitar Rp 1,6 juta untuk biaya sewa sampan ke lokasi ujian.

Abdullah Sani
Oleh Abdullah Sani - Reporter
Tak miliki biaya, enam siswa Suku Talang Mamak terancam gagal UN SD
Ilustrasi Gedung Sekolah. ©2014 Merdeka.com

Enam orang anak warga Suku Talang Mamak yang selama ini belajar di Sanggar Belajar Sadan, dusun Sadan, desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, terancam tak dapat mengikuti Ujian Nasional (UN) Sekolah Dasar (SD) yang bakal diselenggarakan Senin (18/5) mendatang.Pasalnya, keenam siswa malang itu tak punya biaya transfortasi menuju sekolah induk SDN 004 Rantau Langsat, yang berada sangat jauh dan harus menempuh perjalanan satu hari dengan menyewa sampan.Hal ini diketahui dari dua orang guru Sanggar Belajar Sadan, Mulyadi dan Syafarudin alias Tatung ketika menyambangi kantor PWI Inhu, Selasa (12/5) di Pematang Reba.Menurut mereka, untuk membawa enam orang siswa dari dusun Sadan menuju SDN 004 Rantau Langsat, mereka membutuhkan biaya sekitar Rp 1,6 juta. Ini untuk biaya sewa sampan pulang pergi dusun Sadan ke desa Rantau Langsat. "Honor kami tak cukup untuk memenuhi biaya sewa sampan. Belum lagi kami harus memikirkan biaya makan anak-anak selama empat hari mengkuti UN di SD induk SDN 004 Rantau Langsat," ujar Mulyadi kepada sejumlah wartawan.Menurut mereka, perjalanan dari dusun Sadan menuju Desa Rantau Langsat jika menggunakan sampan memakan waktu satu hari. Perjalanannya menelusuri aliran sungai Batang Gansal. Namun jika berjalan kaki akan memakan waktu selama dua hari dua malam melintasi hutan Taman Nasional Bukit Tiga puluh (TNBT). Peristiwa ini terjadi setiap tahun menjelang Ujian Nasional siswa Sekolah Dasar. Tahun 2014 lalu, ada dua orang siswa yang mengikuti UN, mereka terpaksa diungsikan selama empat hari agar bisa mengikuti ujian.Tahun ini, enam orang siswa Sanggar Belajar Sadan kembali terdaftar sebagai peserta UN. Mereka juga diungsikan selama empat hari di Desa Rantau Langsat. Dua orang guru ini juga harus memikirkan biaya pembelian baju seragam sekolah agar enam siswa tersebut dapat mengikuti ujian."Selama ini kan anak-anak belajar pakaian biasa, enggak ada seragam, bahkan tidak pakai sepatu. Jadi kami juga berupaya agar bagaimana enam siswa ini punya seragam biar bisa ikut ujian," kata Mulyadi.Dikatakan Mulyadi, enam siswa yang akan mengikuti UN tersebut, yakni Lisen, Ariyanti, Rido, Pinros, Nardiansyah dan Roni. Dari enam siswa, empat siswa saat ini sudah berada di desa Rantau Langsat. Dua orang siswa lainnya masih menungu di dusun Sadan."Empat siswa yang sudah berada di Rantau Langsat mengikuti belajar dan try out bersama siswa kelas VI lainnya di SDN 04 Rantau Langsat. Kami berharap para siswa ini bisa lulus ujian dan dapat mewujudkan impian mereka kelak," ujar mereka penuh harap.

Rekomendasi