Tabrakan maut di Tol Cikampek diduga karena sopir bus ngantuk

Akibat kecelakaan itu, enam tewas dan 19 lainnya luka-luka.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tabrakan maut di Tol Cikampek diduga karena sopir bus ngantuk
Ilustrasi Kecelakaan Bus. ©2014 Merdeka.com

Tabrakan beruntun di Tol Cikampek (KM 51.700) melibatkan empat kendaraan besar merenggut enam nyawa. Hal ini diduga karena sopir bus Bina Transport bernomor polisi B 7554 YZ mengemudikan kendaraan dalam keadaan mengantuk.Akibatnya bus menghantam kendaraan sejumlah kendaraan di depannya. "Sopir bus ini diduga mengantuk dan menabrak ekor bak truk tronton di depannya," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono, kepada wartawan, Selasa (12/5).Karena melaju dalam kecepatan tinggi, hantaman dari bus itu mengakibatkan truk tronton bernomor polisi B 9138 UYU kemudian menabrak truk trailer di depannya, diketahui milik PT Tangguh Logistikindo. Truk itu sedang berjalan di lajur dua Tol Cikampek arah Jakarta."Truk milik PT Tangguh Logistikindo kembali menabrak Truk Colt Diesel G 1882 CA di depannya," ujar Sulistyo.Peristiwa itu terjadi pada Selasa (12/5) pukul 05.30 WIB tadi. Kecelakaan maut itu terjadi tepatnya di daerah Kampung Rumambe, Desa Anggadita, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang mengarah ke Jakarta. Akibat tabrakan beruntun, enam tewas dan 19 lainnya luka-luka.

Rekomendasi