Tim evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) di Nepal pasca gempa dahsyat yang mengguncang telah tiba di Tanah Air malam tadi. Tak hanya melakukan evakuasi, tim juga membantu mencari korban gempa yang masih tertimbun reruntuhan bangunan.Salah satu tim evakuasi yakni dari Rescue SAR Dog yang berjumlah 3 tim medis dan dibantu 3 ekor anjing untuk melacak keberadaan korban. Anggota tim rescue Fitriana mengungkap detik-detik pencarian korban gempa 7,9 skala richter itu."Pertama kali turun menemukan 8 jenazah, mereka terperangkap di bawah runtuhan," kata Fitriana di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (6/5).Dia bersama kedua temannya itu dibantu dengan dua anjing pelacak yang pintar. Menurut dia, anjing itu akan menggonggong jika menemukan korban di bawah reruntuhan. Bahkan anjing ini bisa memberikan isyarat jika ada korban hidup atau mati."Jika menemukan korban hidup, mereka (anjing) menggonggo dengan jumlah 10-15 kali, mati tetap menggonggong tapi agak mundur-mundur seperti ketakutan," kata Fitriana yang ikut dalam misi kemanusiaan sejak satu minggu lalu ini.Fitriana menjelaskan, lima hari pasca gempa itu terjadi, kondisi di kawasan bencana sudah betul-betul tidak nyaman. Aroma busuk mayat sudah tercium di sekitar lokasi reruntuhan. Sementara kondisi di malam hari, cuaca terasa lebih dingin. Tapi hal ini tidak menyurutkan para tim relawan mencari korban. Para anjing pun bisa menyesuaikan diri dengan kondisi di lapangan."Saat malam mereka tidak mengganggu istirahat orang sedang istirahat. Mereka tidak mengganggu, karena saat pencarian mungkin lelah jadi saatnya istirahat mereka istirahat, bisa beradaptasi dengan baik," ujarnya.Selama di Nepal, Fitriana menjelaskan, semua biaya oprasional rescue dibiayai sendiri, tidak ada bantuan dari pemerintah. Dirinya sudah tiga tahun melatih anjing pintar ini untuk menjadi rescue saat terjadi bencana.
Cerita relawan gempa Nepal cari korban dibantu anjing pelacak
"Pertama kali turun menemukan 8 jenazah, mereka terperangkap di bawah runtuhan," kata Fitriana.
Rekomendasi