Ini cara polisi identifikasi mayat AirAsia lewat sidik jari

Para personel Inafis ini adalah orang-orang yang berjasa mengungkap identitas mayat ataupun penjahat.

Mustiana Lestari
Oleh Mustiana Lestari - Reporter
Ini cara polisi identifikasi mayat AirAsia lewat sidik jari
Ilustrasi mayat. ©2014 Merdeka.com

Tak disangka ujung jari manusia menyimpan banyak informasi mulai dari identitas sampai bakat. Bahkan dengan cap dari ujung jari pun banyak kejahatan yang terungkap. Ilmu untuk mengidentifikasi pelaku kejahatan dan mayat disebut dengan Dactylography.Merdeka.com berkesempatan menemui personel Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Indentification System) Polri. Para personel Inafis ini adalah orang-orang yang berjasa mengungkap identitas mayat ataupun penjahat di Tempat Kejadian Perkara (TKP).Salah satu personel tersebut adalah Tri Sla alias Joni yang menguasai identifikasi sketsa wajah, rekonstruksi wajah dan sidik jari. Joni sudah bergabung dan belajar mengidentifikasi orang sejak 2010 lalu.Mulai dari bom Bali sampai konflik dalam negeri, atau melacak jenazah kecelakaan Mandala Air sampai AirAsia. Joni menguak rahasia sidik jari dengan menggambarkan proses identifikasi jenazah AirAsia yang jatuh beberapa waktu lalu."Saya di sana dari hari pertama sampai hari ke-17, pertama mayat dibuka di ruang otopsi oleh dokter forensik dieksaminasi baru tim inafis diberi kesempatan pertama untuk memproses sampai finish," kata dia kepada merdeka.com di kantornya, Selasa (5/4).Apa yang pertama mereka cari? Kulit jari jemari yang terlepas karena telah lama terendam. Biasanya kulit tersebut tercecer tidak jauh dari kantong jenazah."Setelah itu dicocokkan di jari mana kulit itu, kanan atau kiri dicocokkan dengan tekstur dia. Lalu dibersihkan dimasukkan ke mobile automated multibiometric identification system (MAMBIS)," cerita dia.Pencarian database korban akan semakin mudah jika korban telah mempunyai e-KTP "Kalau belum punya bisa pakai paspor," sambungnya.Dari Mambis tersebut akan muncul identitas korban dan jenis kelamin. Namun para pendeteksi ini akan melakukan kroscek sekali lagi."Database diperbesar kita foto lalu dicetak secara manual kita samakan lalu di-trace (lacak) pakai komputer," jelas dia.

Rekomendasi