Sidik jari adalah salah satu keajaiban tuhan yang dilekatkan ke tubuh manusia. Selain dapat diandalkan untuk mengidentifikasi mayat dan kejahatan, rupanya sidik jari juga mampu menyibak rahasia bakat dan tingkah laku manusia. Metode yang dinamai dematograpics ini menghubungkan kemampuan otak dengan pola di sidik jari.Salah satu lembaga yang mengelola dan memasarkan metode analisis jenis ini adalah sidikjariindonesia.com. Mereka menggunakan alat screener sidik jari dan laptop untuk menganalisis perilaku dan bakat anak."Pasar kami kebanyakan orangtua yang ingin memahami karakter dan gaya bicara anaknya, ada juga orang dewasa yang ingin melihat potensi kerjanya," kata Haris Founder sidikjariindonesia.com kepada merdeka, Senin (4/5).Mereka mengaku tidak mempunyai latar belakang sebagai psikolog atau dokter. Bahkan mereka menciptakan sendiri software untuk membaca sidik jari yang ilmunya mereka adaptasi dari luar negeri. Dengan membayar biaya sebesar Rp 350 ribu rupiah dan hanya menunggu tidak lebih dari satu jam, hasilnya pun keluar. "Produk kita sudah go internasional ke China, Singapura. Dari penelitian ahli itu kita buatkan program sudah 2 sampai 3 tahun lalu kita merujuk dari profesor di Rusia," kata dia lagi.Temuan ini pun diakuinya mendapat tanggapan positif, apalagi dia menjamin keakuratannya mencapai 95 persen. Oleh karena itu, pihaknya sudah membuka franchise untuk jasa baca sidik jari."Kita ada pelatihannya sama alat, cuma modal laptop yang lain enggak penting. Kita pakai software ini karena hitung manual kelamaan," tambahnya.Psikolog Tika Bisono Ilmu dematograpics memang tengah menjadi tren. Namun dia dan para psikolog lain meragukan keakuratan metode ini dalam membaca kemampuan dan talenta seseorang."Kami para psikolog mengingatkan dengan penggambaran identifikasi dengan test psikologi biasa karena itu belum tentu komprehensif karena tergantung program komputer sudah sedalam apa," sanggah Tika yang dihubungi merdeka, Selasa (5/4).Apalagi, Tika yang langsung menemui mereka, merasa ganjil karena analisis tersebut hanya memakan waktu singkat sementara tes psikologi pada umumnya memakan waktu berhari-hari."Aku pernah dikejar-kejar mereka ternyata mereka anak sastra, aku bilang kalian memang punya passion tapi latar belakang kalian enggak ada scientific evidence hasilnya enggak akan mungkin dalam. Mereka enggak akan masuk ke dalam sistem dan dinamikanya," tegas Tika.Menanggapi tuduhan itu, si pemilik usaha mencibir bahwa para psikolog bicara demikian karena takut tersaingi dan lahan kerjanya hilang."Ujungnya persaingan usaha, mereka capek-capek sekolah tapi ternyata ada metode lain. Itu enggak perlu dipelajari siapapun bisa, psikolog sama kaya kita," aku Haris.
Bermodal laptop & sidik jari, lulusan sastra mendadak jadi psikolog
Metode yang dinamai dematograpics ini menghubungkan kemampuan otak dengan pola di sidik jari.
Advertisement
Rekomendasi