Ujian Nasional untuk tingkat SMA sederajat selesai dilaksanakan dari 13 sampai 15 April 2015. Ujian ini meninggalkan berbagai catatan baik dan buruk, termasuk adanya kasus bocornya soal UN di dunia maya.Saat ini giliran pelajar SMP sederajat yang menghadapi UN. Ujian untuk tingkat SMP silaksanakan dari tanggal 4 sampai 7 Mei 2015.Penelusuran dari dua ujian beda tingkat ini, ternyata tidak semua peserta atau pelajar ikut UN.Berbagai alasan yang diutarakan oleh para siswa, ada yang memang berhalangan dan tidak bisa ikut seperti sedang sakit, tetapi ada juga yang sengaja ogah ikut UN.Berikut alasan-alasan nyeleneh pelajar ogah ikut UN:
Advertisement
Kejadian ini terjadi di Bali. Siswi SMP Negeri 1 Tejakula, Kabupaten Buleleng, dilarikan pacarnya ke Kabupaten Karangasem sehingga gagal mengikuti UN."Nama siswi itu sudah masuk dalam DNT (daftar nominasi tetap) UN. Namun, karena dia dilarikan pacarnya ke Karangasem, maka dia tidak bisa ikut UN," kata Kepala Sub-Bagian Perencanaan Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng Made Astika di Singaraja.Menurut dia, pihak sekolah sudah mendapatkan informasi dari orangtua bahwa siswi tersebut berhenti sekolah. Pihak sekolah, lanjut dia, sebenarnya memberikan kesempatan kepada siswi tersebut untuk mengikuti UN.Namun kesempatan itu tidak dimanfaatkan karena yang bersangkutan memilih berbulan madu dengan kekasihnya.
Advertisement
Lima siswi SMA Negeri 2 Tolitoli, Sulawesi Tengah, gagal mengikuti UN, karena dua pekan sebelum ujian mereka dikeluarkan dari sekolah. Lima siswi itu dikeluarkan lantaran mempermainkan praktik tata cara salat.Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Tolitoli Muallimin mengatakan, lima siswinya itu sudah dikeluarkan.Dia mengatakan selaku kepala sekolah menyayangkan peristiwa itu terjadi karena lima siswinya itu sudah masuk kelas ujian. Keterlibatan siswinya itu membuat pihak sekolah serba salah. Namun untuk menghindari amarah masyarakat mereka akhirnya dikeluarkan."Masyarakat marah. Perbuatan mereka itu tidak diterima umat," kata Muallimin.
Advertisement
Pelajar SMP Negeri I Bangkalan, Jawa Timur tidak mengikuti UN karena alasan sedang menikah. Kepala SMP Negeri I Bangkalan Anwari, jumlah siswa di SMP Negeri I Pamekasan yang masuk dalam daftar nominasi tetap (DNT) sebanyak 280 orang."Hanya seorang siswa yang tidak hadir, karena alasannya menikah. Dengan demikian, maka siswa yang ikut UN kali ini hanya 279 orang," ucap Anwari kepada wartawan di Bangkalan, Senin (4/5).Dia menjelaskan, pihak sekolah sebenarnya sudah mendatangi keluarga siswa itu agar menunda pernikahan karena yang sang mempelai masih di bawah umur, namun tidak diindahkan."Akhirnya, kami meminta pernyataan tertulis bahwa anaknya tidak akan ikut UN karena hendak menikah itu," katanya.