Sebastian Manuputi (32) melakukan aksi nekat hingga merenggut nyawanya, saat perayaan May Day di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Dia membakar diri lalu terjun dari atap stadion.Peristiwa ini bermula saat ribuan buruh memadati GBK untuk menghadiri peringatan May Day. Acara ini dimeriahkan oleh artis Ibu Kota, Jumat (1/5).Ketika para buruh dihibur oleh penampilan musisi Ahmad Dhani, tiba-tiba suasana suka cita berganti teriakan histeris. Sebastian yang mengenakan kain bak jubah ala Superman, melakukan aksi bakar diri di atas atap stadion tanpa sepengetahuan seorang pun.Usai membakar diri, dia lantas melompat. Tubuh buruh yang bekerja di perusahaan minuman ringan di Bekasi lantas mengenai besi-besi panggung pertunjukan. Dia tewas mengenaskan dengan bagian tubuh tercecer.Akibat insiden ini, perayaan May Day yang rencananya berlangsung hingga malam hari terpaksa dihentikan.Berikut pengakuan istri dan teman-teman sesama buruh kematian Sebastian:
Advertisement
Kepala Bidang Organisasi FSPMI Obon Tabroni menduga Sebastian membakar diri dengan menggunakan bensin dari tanki motor milik korban. Indikasi itu lantaran tangki sepeda motor miliknya kosong ketika dibawa pulang oleh
istrinya, Samah."Waktu berangkat bersama, tangki sepeda motor diisi penuh. Tapi, ketika dibawa pulang, istrinya beli lagi," katanya.Namun kata dia, tak ada yang mengetahui kapan Sebastian mengambil bensin dan membawanya ke lokasi perayaan hari buruh di Jakarta."Waktu bakar diri juga dia sempat menaruh dompet, tas di atas panggung. Makanya waktu ditemukan,
tak ada identitas," katanya.
Advertisement
Sebastian meninggal dunia setelah bakar diri saat peringatan Hari Buruh sedunia di stadion utama GBK. Sebelum meninggal, dia sempat mengirimkan pesan BlackBerry."Ayank di mana? Aku selalu cinta kamu istriku. I always love u chayank. Muachhhhhh," demikian bunyi BBM yang diterima istrinya, Salmah (28) saat ditunjukkan kepada wartawan, Bekasi, Sabtu (2/5).Salmah mengatakan, pesan itu diterimanya sekitar pukul 23.00 WIB. Sebab, telepon selular miliknya sempat mati ketika berada di Stadion GBK, begitu juga ketika malam kemarin, telepon Sebastian juga mati.Di saat itu juga pihak keluarga baru mendapatkan kabar bahwa Sebastian meninggal dunia. Korban diketahui meninggal dalam kondisi terbakar di panggung utama perayaan May Day di GBK.Salmah menuturkan, dia bersama suaminya sama-sama bekerja di PT Tirta Alam Segar, perusahaan yang memproduksi minuman ringan di kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi.Dia mengatakan, terakhir bertemu dengan suaminya saat berada di ruas jalan tol menuju Jakarta. Sebastian sempat memberikan uang saku buat istrinya Rp 50 ribu."Karena saya minta Rp 50 ribu, kemudian dia kasih. Setelah itu, enggak ketemu lagi," katanya.
Advertisement
Obon Tabroni menduga aksi bakar diri dan lompat dari atap GBK oleh Sebastian Manupati disebabkan karena frustrasi."Karena kecelakaan kerja di pabriknya cukup banyak," kata Obon saat dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (2/5).Karena itu, untuk mengenang perjuangan Sebastian, para buruh berencana melakukan aksi menyalakan seribu lilin di Kabupaten Bekasi malam ini.
Advertisement
Istri Sebastian, Salmah mengatakan suaminya aktif di organisasi buruh, yaitu FSPMI Kabupaten Bekasi. Sebelum melakukan aksi nekatnya itu, Sebastian pernah berkeluh perihal persoalan yang menimpa teman-temannya di tempat kerjanya."Dia aktif di organisasi. Sering rapat, saat ini tengah mengurus sejumlah kecelakaan kerja di pabrik," tutur Salmah saat ditemui wartawan di rumah duka, Perumahan Taman Galaxi, Jalan Pulo Sirih Dalam 3, Kelurahan Pekayon Jaya, Bekas Selatan, Sabtu (2/5).Selain itu, Sebastian juga diketahui memiliki usaha sablon. Sebastian kata dia, juga tidak pernah mengeluh meskipun hanya sebagai buruh pabrik. Bahkan, ujar Salmah, suaminya terus memberikan semangat kepada dirinya maupun teman-temannya.