Kisah Pacquaio yang selalu ingat Tuhan dan keluarga saat bertanding

Bahkan, Gereja Katolik Filipina sudah beberapa kali memintanya menjadi 'Duta Alkitab'.

Mohammad Yudha Prasetya
Kisah Pacquaio yang selalu ingat Tuhan dan keluarga saat bertanding
Manny Pacquiao. ©2014 Merdeka.com/hbo.com

Sebagai seorang petinju, Manny 'Pacman' Pacquiao merupakan salah seorang atlet yang tak pernah melupakan Tuhan, terutama saat ia memasuki ring untuk bertanding. Hal ini merupakan salah satu ciri dari sosok sang Pacman itu, karena didikan kekristenan yang begitu kental sejak masa mudanya di Filipina.Bahkan, Gereja Katolik Filipina sudah beberapa kali memintanya menjadi 'Duta Alkitab', untuk memasyarakatkan pembacaan kitab suci umat Kristiani itu, bagi masyarakat Filipina. Pihak Gereja mengatakan, mereka telah meminta bintang tinju dunia, Manny Pacquiao, untuk mengikuti jejak pahlawan NFL, Tim Tebow, dan menjadi ‘Duta Alkitab’. Namun, sampai sekarang memang belum ada tanggapan dari petinju tersebut, mengenai ajakan pihak gereja Filipina itu.Pacquiao disebut-sebut sangat taat terhadap ajaran agamanya, seperti selalu memanjatkan doa sebelum mulai bertanding. Oleh masyarakat Filipina sendiri, Pacquiao diharapkan dapat mengikuti contoh dari bintang NFL kelahiran Filipina, Tebow, yang merupakan seorang nasrani yang taat, dan sering kali disebut-sebut oleh pers sebagai ‘Quarterback (kiriman) Tuhan.’Pacquiao merupakan salah satu petinju terbesar sepanjang sejarah, juga seorang politisi dan telah terpilih untuk menjadi anggota majelis Gereja di Filipina ini. Ia kerap menyebutkan Tuhan sebagai sumber semua kesuksesannya, dan ia selalu mengenakan rosario di lehernya sebelum dan setelah bertanding.Namun, bintang tinju ini memiliki beberapa masalah pribadi, mengenai kemampuannya memikat wanita serta kesukaannya berjudi. Pada suatu wawancara dengan stasiun televisi Filipina, ABS-CBN, Pacquiao bahkan mengatakan bahwa kini ia telah memperbaharui keyakinannya, dan menyesali semua kekeliruannya menyusul ‘pertemuan dengan Tuhan’ yang ia klaim melalui mimpinya.Di mimpi itu, Pacquiao berkata kalau dirinya berada di hutan, di mana terdapat sinar terang, yang diyakininya merupakan Tuhan, dan menanyakan mengapa Pacquiao sudah begitu jauh dari-Nya.“Saya bangun dalam keadaan menangis. Saya ingat saya pernah menangis saat masih anak-anak, dan ketika saya menyentuh bantalku, terasa basah,” ujarnya suatu kali.“Jika saya meninggal tahun lalu atau pada dua tahun terakhir, saya yakin bahwa diriku akan langsung masuk neraka. Kepercayaanku pada-Nya ada di sini, 100 persen. Namun di balik itu, setelah berdoa, saya masih melakukan hal-hal buruk,” Menurut ABS-CBN, Pacquiao mengatakan kalau saat ia sedang membenamkan diri dalam mempelajari Alkitab, dan menghabiskan lebih banyak waktu ketika tidak sedang berlatih, dengan istrinya, Jinkee, dan keempat anaknya. Hal inilah yang kerap membuat Sang Pacman dikenal sebagai pribadi yang dekat dengan Tuhan, agamis, dan menyayangi keluarganya.

Rekomendasi