Ratusan buruh di Kota Solo memperingati hari buruh atau May Day dengan donor darah. Sedikitnya 200 buruh dari berbagai perusahaan di Solo dan sekitarnya tersebut mengikuti aksi sosial donor darah di halaman PT Tiga Serangkai, Jl Dr Supomo 23, Laweyan, Solo.Sebelum mendonorkan darahnya, ratusan buruh tersebut juga melakukan konvoi kendaraan dari Kerten menuju PT Tiga Serangkai. Usai berkonvoi, mereka melakukan apel bersama para buruh di halaman PT Tiga Serangkai.Selain mendengarkan arahan dari serikat pekerja dan pimpinan perusahaan, mereka juga mendoakan Marsinah. Seorang aktivis dan buruh pabrik PT Catur Putra Surya (CPS) Porong, Sidoarjo, Jawa Timur yang diculik dan kemudian ditemukan terbunuh pada 8 Mei 1993 setelah menghilang selama tiga hari."Bagi kami para buruh, Marsinah itu seorang tokoh perlawanan yang patut kita contoh. Apalagi dia seorang perempuan, yang berani dan jarang kita temui. Makanya kami doakan agar dia tenang dan diterima di sisinya," ujar Wahyu Rahadi, pimpinan cabang Federasi Serikat Pekerja Percetakan Penerbitan dan Media Informasi, SPSI Solo.Wahyu menambahkan, para buruh di Solo memilih aksi donor darah lantaran sudah tidak zamannya lagi menyuarakan aksi dengan turun ke jalan. Ia menilai cara yang dilakukannya tersebut lebih efektif dibanding dengan berdemo."Ini pilihan, demo juga pilihan. Iklimnya Solo seperti ini, bagaimana cara kita menyuarakan keinginan agar terpenuhi. Dan Alhamdulillah perusahaan kita mau mendengarkan," katanya.Ia berharap, agar May Day di masa mendatang akan benar-benar menjadi harinya para buruh. "Yang paling penting hari buruh menjadi milik buruh. Mereka bisa merayakan dan tidak dipekerjakan," pungkasnya.
Di Jakarta turun ke jalan, buruh Solo gelar aksi donor darah
"Ini pilihan, demo juga pilihan."
Advertisement
Rekomendasi