Mary Jane berasal dari keluarga miskin, pengepul barang bekas

"Kadang jadi buruh kebun tebu. Memprihatinkan. Dia itu pengedar narkoba itu sama sekali tak bisa dibuktikan," kata Yuni.

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
Mary Jane berasal dari keluarga miskin, pengepul barang bekas
Terpidana Mary Jane lomba Kartini. ©AFP PHOTO/TARKO SUDIARNO

Komnas Perempuan mengapresiasi langkah Kejaksaan Agung yang tidak jadi mengeksekusi mati Mary Jane, terpidana mati asal Filipina. Sejak awal Komnas Perempuan sudah menyatakan bahwa Mary Jane adalah seorang korban, bukan pengedar narkoba.Koordinator Gugus Kerja Pekerja Migran, Komnas Perempuan Yuni Asriyanti mengatakan, pihaknya sudah punya lembar fakta kasus Mary Jane. Dia bahkan sudah menulis surat kepada Presiden Jokowi atas temuannya itu."Dua minggu lalu kami membuatkan melakukan pemantauan informasi dari berbagai pihak kemudian ketemu Lawyers, jaksa penuntut umum dan banyak pihak. Kakaknya datang ke kita menyampaikan info kondisi di sana berdasarkan pemantauan," kata Yuni di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4).Yuni menjelaskan, sejak lima tahun lalu keluarga Mary Jane dari kalangan miskin. Dia tak percaya jika Mary Jane adalah pengedar narkoba."Keluarganya lima tahun lalu sampai sekarang keluarga miskin pengumpul barang bekas. Kondisinya seperti itu. Kadang jadi buruh kebun tebu. Memprihatinkan. Dia itu pengedar narkoba itu sama sekali tak bisa dibuktikan. Sama sekali tak ada," kata dia.Dia mendesak agar pemerintah Indonesia membongkar sindikat perdagangan manusia yang membuat Mary Jane menjadi korban. Bukan justru menghukum mati orang yang tidak bersalah."Kita di sini tak tahu. Komnas terus mendorong pengungkapan sindikat perdagangan terbongkar kita dukung dibongkar sampai akar," terang dia.

Rekomendasi