Sekjen DPR Winantuningtyastiti menegaskan pembangunan gedung baru DPR dilandaskan atas realita yang terjadi di kompleks parlemen. Menurut dia, parlemen memang membutuhkan ruangan yang baru untuk museum dan perpustakaan."Karena sebetulnya ini berawal dari kondisi realita. Kita itu perpustakaan ada 16 ribu lebih koleksi. Tapi bangunannya hanya ada di Gedung Nusantara I. Museum ini justru enggak ada. Ada 550-an koleksi. Nah dengan koleksi tersebut tak ada tempat. Boleh disebut kita enggak punya ruangan," kata Winan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/4).Pembangunan gedung baru DPR juga akan diperuntukkan untuk research center. Menurut Winan, nantinya juga akan menguntungkan para mahasiswa, apabila mahasiswa yang sedang menempuh skripsi dan tesis membahas tentang parlemen."Sangat lazim kita memfasilitasi sebagai tempat pembelajaran buat anak-anak bangsa," katanya. Lebih lanjut, Winan mengatakan sudah membentuk tim kerja pembangunan gedung baru ini yang terdiri dari Kesekjenan DPR, Kementerian PU dan Pemda DKI Jakarta."Nanti tim ini akan melakukan studi kebutuhannya apa," tuturnya.Terkait gagasan gedung bagi DPD RI menggunakan gedung Kemenpora dan anggota DPR yang pindah menempati gedung DPD, Winan belum dapat memastikannya. Sebab, Kemenpora masih membutuhkan gedungnya karena Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018."Beberapa kementerian sudah setuju. Tapi Kemenpora itu kan akan jadi host Asian Games jadi butuh waktu. Kedua Kemenpora itu minta kantor baru yang tak jauh dari Gelora Bung Karno. Kendalanya itu pemerintah kapan akan membangun gedung baru buat Menpora," tukasnya.
Sekjen DPR: Pembangunan gedung baru karena kebutuhan
Parlemen memang membutuhkan ruangan yang baru untuk museum dan perpustakaan.
Rekomendasi