Jadi sasaran amuk massa di Jambi, polisi diminta introspeksi

Kemarahan masyarakat dinilai wajar lantaran tindakan polisi dianggap tak bisa memenuhi rasa keadilan.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Jadi sasaran amuk massa di Jambi, polisi diminta introspeksi
Ilustrasi Polisi. ©2015 Merdeka.com

Sosiolog Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Musni Umar, prihatin atas kejadian menimpa kepolisian. Salah satunya soal dibakarnya kantor Polres Limun, Jambi oleh sekelompok warga dini hari tadi."Pertama tentu prihatin sekali tentang penyerangan kantor polisi, bagaimana pun polisi kita (masyarakat) perlukan," kata Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah Musni Umar, saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (25/4).Kata Musni, tindakan masyarakat merupakan reaksi dari ulah polisi itu. Sehingga masyarakat atau rakyat tidak bisa disalahkan dan tidak juga dibenarkan dalam melakukan perusakan kantor polsek tersebut.Umar menambahkan, saat ini rakyat juga butuh keadilan. Keadilan itu sesungguhnya yang harus diperhatikan oleh polisi. Dia meminta jangan melihat hukum secara formal, tapi lihat apakah hukum itu bisa memenuhi rasa keadilan masyarakat."Kita lihat mengapa rakyat itu melakukannya. Saya kira bagaimana pun juga rakyat pasti ada alasannya dia melakukannya. Di sinilah menurut saya polisi harus melakukan evaluasi, introspeksi juga supaya mereka ini makin dicintai semakin disukai oleh masyarakat," ujar Musni.Menurut Umar, ini adalah tantangan terbesar yang dihadapi oleh Kapolri dan Wakapolri baru yang perlu diselesaikan. Sehingga rakyat bisa merasakan hukum yang adil dan menciptakan suatu kondisi masyarakat merasa memiliki polisi."Saya kira inilah tantangan terbesar yang dihadapi kapolri baru untuk menyelesaikan hal-hal seperti itu. Dan ini memang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat, memerlukan waktu yang panjang dan akhirnya kembali kepada polisi. Bisa enggak dari pusat sampai di bawah itu melakukan berbagai tindakan yang mencerminkan dari pada hukum, tapi hukum itu dilihat dari aspek keadilan masyarakat," tutup Musni.

Rekomendasi