Usai KAA, jalan Bandung dipenuhi ratusan warga, sampah berceceran

Sayangnya, antusiasme warga Bandung ini tidak dibarengi rasa kepedulian atas kebersihan Kota Bandung.

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Usai KAA, jalan Bandung dipenuhi ratusan warga, sampah berceceran
Konferensi Asia Afrika. ©2015 merdeka.com/andrian salam wiyono

Antusiasme warga Bandung akan Konferensi Asia Afrika rupanya sangat tinggi. Dari subuh hingga menjelang malam ini, banyak sekali warga memenuhi jalanan dekat Gedung Merdeka.Para warga ini datang dari berbagai daerah di Bandung. Mereka mengaku hendak melihat-lihat suasana kota Bandung sehabis KAA."Saya sama keluarga cuma jalan-jalan saja di sini. Pingin lihat saja, sama pingin foto-foto," ujar seorang warga yang enggan menyebutkan namanya itu kepada merdeka.com di Jalan Tamblong, Bandung, Jumat (24/4).Mereka memadati jalanan, padahal tidak ada toko di sekitar Jalan Braga, Jalan Asia Afrika, dan sekitarnya yang buka. Sesuai dengan perintah Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, semua toko dan rumah makan tidak beroperasi dari pagi hingga pukul 18.00 Wib.Namun sayangnya, antusiasme warga Bandung ini tidak dibarengi rasa kepedulian atas kebersihan Kota Bandung. Hal itu terbukti dari banyaknya sampah di sekitaran jalan menuju Gedung Merdeka.Bandung tempat KAA pertama pada 1955. Kala itu, Presiden Soekarno dan sejumlah pemimpin negara Asia dan Afrika membangun solidaritas untuk turut memerdekakan negara-negara di kedua benua yang masih terjajah.Oleh karena itu, para pemimpin negara Asia dan Afrika ini tadi pagi melakukan napak tilas, mengenang peristiwa bersejarah 1955 lalu. Selain itu, mereka kembali mendengarkan Dasa Sila Bandung yang merupakan perumusan dan menjadi fondasi KAA ini.

Rekomendasi