Seorang siswa SMA 3 Yogyakarta, Muhammad Tsaqif Wismadi, yang melaporkan bocornya soal Ujian Nasional kepada Universitas Gadjah Mada mengaku kerap mendapat ratusan pesan singkat berisi ancaman. Diduga hal itu terjadi karena banyak sejawatnya tidak suka hal dilakukan oleh Tsaqif.Ratusan ancaman tersebut datang setelah surat elektronik pribadi dikirimkan ke UGM tersebar di jejaring soal dan namanya masuk dalam berita."Saya dapat ratusan SMS ancaman. Saya enggak tahu itu nomor siapa saja dan dapat dari mana nomor saya," kata Tsaqif kepada wartawan usai mendapat penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi di SMA 3 Yogyakarta, Rabu (22/4).Tsaqif mengatakan, berbagai isi lewat pesan pendek itu di antaranya mengancam akan menghajarnya, mencegatnya di jalan, bahkan ancaman melempar molotov ke rumah Tsaqif. Karena terus menerus diteror, Tsaqif pun memilih untuk membuang nomor telepon selulernya."Ada yang tanya, 'omahmu dimana e? Pengen tak molotov po piye?' Ada juga yang mengancam mau cegat di jalan," ujar Tsaqif.Meski mendapat ancaman, Tsaqif tetap berusaha tenang. Kedua orang tuanya pun memberikan dukungan pada Tsaqif supaya tidak menyerah."Orang tua mendukung saya penuh, tapi mereka juga khawatir, jadi lebih protektif," lanjut Tsaqif.Setelah kejadian ini, Tsaqif berharap keadaan bisa kembali seperti sedia kala. Dia berharap orang-orang bisa memahami apa yang dilakukannya semata-mata buat keadilan."Jujur saya enggak pengen jadi terkenal. Saya cuma mencari keadilan untuk teman-teman. Kita pengen jujur, tapi itu jadi sia-sia, kita tahu tapi kita diam," tandas Tsaqif.
Bongkar kebocoran UN di Yogyakarta, Tsaqif diancam lewat SMS
Tsaqif sampai harus membuang nomor ponselnya. Dia hanya ingin keadaan kembali seperti semula.
Rekomendasi