Periksa 13 orang, polisi masih sulit ungkap kasus bocornya soal UN

13 orang yang diperiksa terdiri dari 3 pelapor dan 10 dari percetakan negara dan pejabat pendidikan nasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Periksa 13 orang, polisi masih sulit ungkap kasus bocornya soal UN
Soal UN. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah memeriksa 13 orang terkait kasus dugaan pembocoran soal ujian nasional 2015 lewat jaringan Google Drive yang diduga melibatkan karyawan percetakan negara. Meski telah meminta keterangan 13 orang, hingga kini polisi belum menemukan titik terang kasus yang bermula dari laporan Kepala Pusat Pendidikan dan Kebudayaan Prof Nizam pada Selasa (14/4) lalu itu."Sudah diperiksa 13 orang. 13 itu terdiri dari 3 pelapor yang 10 itu dari percetakan negara dan pejabat pendidikan nasional," kata Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Anton Charliyan di Humas Mabes Polri, Jakarta, Selasa (21/4).Anton mengatakan, penyidik kesulitan mengusut kasus tersebut setelah situs yang diduga menjadi awal penyebar soal ujian dihapus Kemendikbud. Untuk itu, lanjut Anton, polisi bekerja sama dengan Google guna menelusuri akun awal penyebar soal ujian tersebut."Situs sempat ditutup sama diknas diblokir kita kerja sama Google untuk telusuri address dari mana situs masuk," ujar Anton.Kasus dugaan pembocoran soal ujian nasional ditangani Bareskrim Polri bermula dari pengakuan Kabareskrim Komjen Budi Waseso yang mengaku telah menerima laporan dari Kepala Pusat Pendidikan dan Kebudayaan Prof Nizam pada Selasa (14/4), terkait adanya pembocoran soal ujian nasional yang diduga melibatkan pegawai BUMN, percetakan negara.

Rekomendasi