Kepala Bagian Psikologi Polda Riau Kompol Novian Susilo mengaku, sebelum Mario Steven Ambarita (21) kabur dari rumahnya pada Jumat (17/4) lalu, pihaknya berencana melakukan Investigasi dan mencari tahu kepribadian Mario dari orang-orang terdekatnya di kecamatan Bagan Sinembah kabupaten Rokan Hilir (Rohil).Namun hal itu tertunda, lantaran Mario si penyusup rongga roda pesawat Garuda Indonesia rute penerbangan Pekanbaru-Jakarta itu memilih kabur dari rumah hingga akhirnya ditangkap petugas Bandara internasional Kualanamu Medan Sumatera Utara, saat mondar mandir di lobi bandara tempat publik menunggu jadwal penerbangan."Sebelum Jumat (17/4) rencananya saya mau lihat data sekundernya dari orang-orang sekitarnya. Karena seseorang tidak bisa divonis dari satu data," ujar Kompol Novian saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (20/4) di ruangannya.Menurut Kompol Novian, Direktorat Jendral Perhubungan sudah berkoordinasi dengan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Riau, untuk memeriksa kejiwaan Mario."Ada dua tes kejiwaan,diantaranya uji potensi yang dimiliki, daya kognitif, kepribadian, serta bagaimana type dan watak Mario. Sehingga nanti bisa disimpulkan bagaimana kondisi kejiwaan yang bersangkutan," kata Kompol Novian.Selain itu, Novian mengaku akan menggali dan mendalami motif atas semua perilaku yang dilakukan Mario, termasuk aksi nekatnya sebagai penumpang gelap pesawat Garuda Indonesia, sekaligus aktivitas Mario di Bandara Kualanamu Medan, Sumut."Ya, kita akan mencari tahu apa motifnya, serta apa maksud dan tujuan perbuatannya," ujar Novian.Saat ini, Novian belum bisa memberi kesimpulan terkait kondisi jiwa Mario "Kita belum bisa memutuskan karena belum memeriksa Mario. Jadi belum tahu apakah Mario memang mengalami gangguan jiwa atau tidak," tandasnya.
Gagal investigasi, besok Polda Riau periksa kejiwaan Mario
"Sebelum Jumat (17/4) rencananya saya mau lihat data sekundernya dari orang-orang sekitarnya," ujar Kompol Novian.
Advertisement
Rekomendasi