Sosiolog nilai biasa anak presiden nikahi perempuan cantik & pintar

"Biasanya kan yang cantik itu artis atau seperti calonnya anak Pak Jokowi, Puteri Solo," jelas Musni Umar.

Nurul Tirsa Sari
Oleh Nurul Tirsa Sari - Reporter
Sosiolog nilai biasa anak presiden nikahi perempuan cantik & pintar
gibran selvi. ©2015 merdeka.com/arie sunaryo

Upacara pernikahan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming dengan Putri Solo 2009, Selvi Ananda Putri, direncanakan akan digelar Juni mendatang. Pernikahan tersebut akan mewarnai cerita anak kepala negara yang menikah dengan wanita cantik berprestasi.Menanggapi hal tersebut, sosiolog Musni Umar, memaparkan pernikahan anak presiden dengan artis maupun wanita cantik yang berprestasi seperti Selvi merupakan hal yang wajar dan alami. Menurutnya, laki-laki pada dasarnya memang menyukai wanita yang cantik, maupun sebaliknya, wanita menyukai laki-laki yang ganteng dan mapan."Ini sebenarnya alami saja, kan laki-laki senang dengan yang cantik-cantik. Biasanya kan yang cantik itu artis atau seperti calonnya anak Pak Jokowi, Puteri Solo," jelas Musni saat dihubungi via telepon oleh merdeka.com, Jumat (17/4).Musni mengungkapkan jika Gibran sebagai anak Presiden Jokowi mencari wanita cantik yang sesuai dengannya, bukan semata memanfaatkan jabatan sang ayah. "Di sini kebetulan saja anaknya Presiden Jokowi, beliau kan sudah ada di tataran elit, beliau pasti juga mencari perempuan yang cantik. Sama halnya dengan anak SBY waktu lalu," lanjutnya.Dia juga menambahkan pernikahan Gibran-Selvi ini merupakan sebuah hal yang lumrah terjadi dan tidak berbeda dengan pernikahan masyarakat pada umumnya, yang membedakan hanya karena Presiden Jokowi yang tengah menjabat merupakan calon besan bagi orang biasa."Ini lumrah terjadi. Ramai dibicarakan juga hanya karena Pak Jokowi tengah ada di puncak kekuasaan. Kalau tidak ada di puncak kekuasaan, tentu ini akan jadi hal yang biasa saja," tambah Musni.Selain sebagai hal yang lumrah terjadi karena naluri manusia yang mencari kehidupan lebih baik, Musni juga mengingatkan bahwa orangtua selalu mengajarkan sesuai dalam aturan agama yang menganjurkan untuk mencari pasangan hidup yang terbaik. "Carilah istri pun suami yang cantik atau ganteng, dari keturunan baik-baik, kemudian yang beragama, atau minimal yang beragama. Hal itulah yang diterapkan dan menjadi budaya bagi orangtua dan kemudian ditanamkan di kalangan masyarakat," paparnya.Di sisi lain, tingginya antusias masyarakat akan pernikahan anak kepala negara ini juga menjadi hal yang selalu terjadi. Itu disebabkan karena memang masyarakat sendiri menyenangi tayangan yang disajikan oleh media."Ini sesungguhnya tidak hanya di Indonesia, terlihat juga di kerajaan Inggris. Itu semua terjadi karena masyarakat menyenangi peristiwa seperti ini. Media pun memberitakan karena masyarakat menyenangi. Jadi seperti ada simbiosis mutualisme. Media juga mengeksploitasi, sehingga masyarakat mengenal sosok-sosok tersebut," tambah Musni.Bagi Musni, masyarakat menyukai peristiwa pernikahan istimewa ini karena dirasa menghibur dan mengasah harapan orangtua agar anaknya bisa mendapat jodoh yang seperti itu. "Jadi, masyarakat ini menyukai hal-hal seperti itu karena bersifat entertaint, tidak menguras pikiran, dan menyenangkan. Tidak cuma itu, orangtua yang melihat hal tersebut juga jadi punya harapan untuk anaknya bisa mendapat jodoh serupa, mapan, berpangkat, ganteng atau cantik," tandasnya.

Rekomendasi