Menelusuri pembunuh Deudeuh lewat daftar tamu dan diary

Polisi juga menggunakan teknologi informasi untuk mengusut kematian Deudeuh.

Eko Prasetya
Oleh Eko Prasetya - Reporter
Menelusuri pembunuh Deudeuh lewat daftar tamu dan diary
Deudeuh Alfisahrin. ©2015 merdeka.com

Deudeuh Alfisahrin ditemukan tewas bugil dengan kondisi mulut tersumpal kaos kaki dan leher terjerat kabel di kamar kosnya di Jalan Tebet Utara 15-C Nomor 28 RT 007/001, Tebet Timur, Jakarta Selatan. Kini, polisi masih memburu pelaku dan telah memeriksa sejumlah saksi serta beberapa barang bukti.Deudeuh atau biasa disama Empi atau Tata diketahui ternyata berprofesi sebagai cewek booking-an via online. "Dia cewek panggilan via online," ujar Feli (26), sahabat Mpi yang juga satu profesi sebagai cewek panggilan saat ditemui merdeka.com, Senin (13/4).Hal senada juga disampaikan Lucky, salah satu sopir salon yang berada di depan kos wanita cantik itu. "Korban merupakan cewek panggilan, biasanya dibooking via online," ujar Lucky.Lucky menceritakan dirinya saban hari berada di depan pos kos-kosan. Menurut dia, pria yang ingin menikmati pelayanan Empi nantinya di data sama korban."Didata mana yang cocok jadi ya sering gonta-ganti cowok. Cowok keluar masuk kosan buat ketemu dia. Warga sini mah udah pada tahu," ujarnya.Sementara itu, Feli menjelaskan bahwa masing-masing dari mereka mengatur schedule dan segalanya sendiri-sendiri. Dirinya menjelaskan bahwa pihak polisi sedang mengintrogasi beberapa pelanggan di buku schedulenya itu."Banyak juga kok orang TV yang menjadi pelanggan dia. Biasanya para pelanggan dia catat nama, tanggal, jam dan harinya biar enggak bentrok. Saya sempet diunjuki foto pria sepantaran saya sembari mengalungi kamera DSLR, tapi masih diselidiki lagi sih. Semoga polisi cepat menangani," tutupnya.

Buku catatan itu lah yang kemudian menjadi modal polisi menelusuri mencari pembunuh Empi. Polisi mengecek satu per satu dan mempelajari siapa orang terakhir yang bertemu Empi."Barang bukti diary-diary (buku catatan harian) tentu menjadi bahan penelitian mengungkap kasus ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Martinus Sitompul di Mapolda Metro Jaya.Selain berdasarkan temuan buku catatan tersebut, polisi tengah menyelidiki penyebab kematian wanita cantik itu. Martinus mengatakan polisi juga menggunakan teknologi informasi untuk mengusut kematian Deudeuh."Kami menggunakan IT untuk bisa mengetahui siapa orang terakhir yang mendatangi korban, siapa yang berhubungan dengan korban, siapa yang berkomunikasi, dan siapa orang terakhir yang melihat korban," kata Martinus.

Rekomendasi