Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan, sampai saat ini pemerintah sudah berhasil menyelamatkan 1.684 warga Indonesia dari Yaman. Menurut dia, dari jumlah itu sebanyak 1.002 telah sampai di tanah air."Semua WNI yang sudah keluar dari Yaman jumlahnya ada 1.684, dengan rincian 1.002 sudah sampai di Indonesia. Sementara 682 belum sampai Indonesia, tapi sudah keluar dari Yaman," kata Retno kepada wartawan di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/4).Retno mengatakan, memang ada sebagian warga Indonesia berada di salah satu wilayah di Yaman tidak mau dipulangkan. Menurut Retno, alasan mereka menolak angkat kaki dari negara sedang dilanda perang itu karena situasi di sana belum begitu genting."Ya masih ada, tapi kita tidak akan berhenti untuk terus mengimbau agar mau dievakuasi. Karena situasi bisa terus berubah tiap saat dan mumpung masih ada opsi evakuasi, kita pakai opsi itu," ujar Retno."Pengalaman di Aden membuktikan betapa sulitnya saat opsi evakuasi itu sudah terancam. Dengan situasi keamanan kita sulit sekali merancang evakuasi," ucap Retno.Pagi tadi, tambah Retno, ada 90 WNI berhasil diberangkatkan dari Aden menuju Djibouti menggunakan kapal laut. Tak hanya warga Indonesia, tim juga membawa ada 67 warga Malaysia dan 3 warga Thailand."Jadi selain kita mengevakuasi WNI kita, kita juga membantu beberapa warga negara yang memang membutuhkan bantuan pada saat itu. Jadi ini sekali lagi kita sangat bersyukur, bahwa WNI yang berada di Aden sudah dapat dievakuasi, setelah beberapa kali kita mencoba melakukan evakuasi tapi tidak berhasil karena situasi keamanan tidak kondusif," tambah Retno.Menurut Retno, tadi pagi pesawat TNI Angkatan Udara membawa 91 WNI sudah mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Menlu sebut bantu pulangkan warga Malaysia dan Thailand dari Yaman
Pemerintah sudah berhasil memulangkan lebih dari seribu WNI. Tetapi, ada sebagian warga Indonesia menolak pulang.
Rekomendasi