Usai aksi pemukulan di DPR, Mustofa Assegaf menghilang diduga shock

Mustofa hari ini tidak muncul di Gedung DPR.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Usai aksi pemukulan di DPR, Mustofa Assegaf menghilang diduga shock
Mustofa-Mulyadi. ©istimewa

Setelah peristiwa pemukulan saat rapat Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat dengan Kementerian ESDM, anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mustofa Assegaf yang menjadi pelaku pemukulan terhadap Wakil Ketua Komisi VII Mulyadi dari Fraksi Partai Demokrat, belum terlihat kehadirannya di gedung DPR.Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Arsul Sani, mengaku belum bertemu dengan Mustofa pasca kejadian tersebut, bahkan Mustofa tidak menjawab telepon darinya. Arsul menduga Mustofa mengalami shock dan tengah merenungi kejadian tersebut."Saya belum ketemu Pak Mustofa. Barangkali dia shock atas kejadian itu. Mungkin kalau teleponnya tidak diangkat, bisa jadi dia sedang merenungkan atas kejadian itu," ujar Arsul Sani di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (9/4).Arsul menambahkan belum bisa memastikan sanksi apa yang akan diberikan sebelum ada klarifikasi dari Mustofa. Namun jika peristiwa ini akan diselesaikan melalui Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Arsul mengaku pihak PPP akan menghadapi proses hukum tersebut."Untuk ditindaklanjuti di MKD kita hormati. Sanksi internal kita tunggu MKD. Kalau secara etika kan di MKD," imbuh anggota Komisi III DPR RI tersebut.Namun Arsul meyakinkan Mustofa akan tetap aktif di DPR maupun PPP. Sebelum ada keterangan dari saksi mata dan pihak yang bersangkutan, maka Mustofa masih dinyatakan tidak bersalah sesuai asas praduga tak bersalah."Di MKD kedua belah pihak didengar. Saksi dan staf juga akan didengar di MKD. Kalau mereka bisa selesaikan secara pribadi dan damai saya kira lebih baik. Tapi kejadian di publik ini bukan delik biasa di mana kalau ada pelanggaran etik. Apa sudah selesai atau tidak kita tidak akan halangi supaya lembaga DPR tetap terhormat," ujar Arsul.

Rekomendasi