Polisi penembak Titin tidak diproses, keluarga datangi Polda Banten

Keluarga korban mengaku sempat diberi uang dengan nilai total Rp 100 juta oleh pihak kepolisian Polsek Kembangan.

Dwi Prasetya
Oleh Dwi Prasetya - Reporter
Polisi penembak Titin tidak diproses, keluarga datangi Polda Banten
Ibu rumah tangga korban salah tembak di Pandeglang. ©2015 Merdeka.com

Titin (32) istri petani di Desa Mekarsari Kec Panimbang telah tewas tertembak oleh anggota Polsek Kembangan saat sedang mencari jamur di sawah tak jauh dari rumahnya. Kini keluarga Titin berencana akan mendatangi Polda Banten untuk menanyai perkembangan kasus tersebut."Kami masih di Pandeglang, saat ini sedang dalam perjalanan menuju Polda Banten," ujar Mamad Ali Husen salah satu keluarga korban kepada merdeka.com, Senin (6/4).Husen mengungkapkan pihak keluarga mendatangi Polda Banten untuk menanyai kasus tewasnya Titin yang hingga kini pihak keluarga tidak mendapatkan kejelasan."Kami tidak pernah dikabari, kami akan mempertanyakan itu hari ini kepada Kapolda, apalagi kami mendengar kabar bahwa pelaku penembakan tidak akan dipidana, tetapi hanya diberi sanksi kode etik," ujarnya.Keluarga korban mengaku sempat diberi uang dengan nilai total Rp 100 juta oleh pihak kepolisian Polsek Kembangan, yang disebut sebagai uang duka."Kalau uang ini diberi untuk menutupi kasus, meski kami orang miskin kami tidak bisa menerimanya. Kasih sayang seorang ibu tidak bisa digantikan dengan uang, karena dibilang untuk uang duka saja kami menerima itu, tetapi soal proses hukum harus terus berjalan," kata Husen.Pihak keluarga mendesak Polda Banten untuk tegas dan serius dalam menangani tewasnya ibu tiga anak yang tertembus peluru polisi tersebut."Polisi yang menembak Titin harus dihukum seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang memenuhi rasa keadilan bagi warganya," kata Husen.

Rekomendasi