Daeng Koro dipecat Kopassus karena zina sama istri prajurit lain

Setelah tertangkap melakukan perzinaan, Daeng Koro menjalani kurungan penjara di Rumah Tahanan Militer selama 7 bulan.

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
Daeng Koro dipecat Kopassus karena zina sama istri prajurit lain
Ilustrasi Teroris. ©2015 Merdeka.com

Gembong teroris kelompok Santoso, Daeng Koro tewas saat baku tembak di Poso. Daeng Koro disebut ahli strategi dan perang gerilya lantaran merupakan pecatan Kopassus.Kadispen Kopassus Mayor Achmad Munir membenarkan Daeng Koro merupakan pecatan Kopassus. Menurut dia, Daeng Koro prajurit Kopassus yang telah melanggar hukum semasa jabatannya. Daeng Koro alias Sabar Subagio dipecat oleh Komando Pasukan Khusus (Kopassus) karena melakukan tindakan asusila pada tahun 1991."Daeng Koro yang bernama asli Sabar Subagio dulu seorang anggota TNI yang sudah dipecat pada tahun 1992 karena kasus asusila atau perzinaan. Daeng Koro melakukan pelanggaran berat yaitu tertangkap basah melakukan perbuatan zina dengan isteri prajurit lain," kata Munir dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (6/4).Setelah tertangkap melakukan perzinaan, Daeng Koro menjalani kurungan penjara di Rumah Tahanan Militer selama tujuh bulan. Kemudian atas tindakan tersebut, Daeng Koro dibawa dalam persidangan militer untuk dibuktikan perbuatannya. "Proses hukum di sidang peradilan militer tahun 1995 Daeng Koro dipecat dari dinas militer melalui upacara pemberhentian di Mabrig Linud 3/Tbs dengan pangkat terakhir Kopral Dua (Kopda). Jadi tahun 1985 likuidasi/alih status dari grup-3 Kopassanda ke brigif linud 3," ujarnya.Lebih jauh, Daeng Koro prajurit Kopasandha tahun 1982 yang berstatus sebagai Calon Komando (Cako). Saat menjalani seleksi Komando, Daeng Koro tidak lulus seleksi karena hasil tes jasmani syarat sebagai prajurit Komando."Kemudian dia (Daeng Koro) ditampung di Denma Cijantung selama 4 tahun. Karena tidak mempunyai kualifikasi Komando, tidak pernah mengikuti latihan-latihan yang bersifat khusus. Kegiatan selama ditampung di Denma hanya mengikuti TC (training Center) voli karena memang bisanya hanya bermain voli Karena tidak lulus seleksi masuk Komando, tahun 1985 dikirim ke Kariango untuk menjadi anggota Brigif Linud 3/Tbs Kostrad," tutupnya.

Rekomendasi