Es batu sampai air zam-zam di Jakarta palsu

Botol yang dipakai para pelaku merupakan botol plastik bekas yang didapat di penampungan

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Es batu sampai air zam-zam di Jakarta palsu
Air zam-zam palsu. ©2015 Merdeka.com

Air merupakan sumber kehidupan bagi manusia. Namun bisa dibayangkan jika air yang biasa dikonsumsi tidak disajikan secara baik. Ironisnya, belum lama ini terbongkar pembuatan es balok dari air sungai Kalimalang. Agar air keruh ini terlihat jernih diberi bahan kimia seperti kaporit, soda api, tawas, dan antifoam. Jelas ini berbahaya bagi kesehatan.Kasus ini terungkap karena banyak warga yang merasa mual-mual dan merasakan aneh setelah mengkonsumsi es balok tersebut. Polisi pun segera bergerak menelusuri informasi tersebut."Dua tersangka yakni DDN (55) pemilik alat angkut, dan AL (55) sebagai penanggung jawab pabrik," ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Wahyu Hadiningrat di hall lantai 2 gedung Polres Jakarta Selatan, Kamis (26/3).Terhangat adalah terbongkarnya tempat penjualan air zam-zam palsu di Toko Rizki Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Empat pelaku sudah dua bulan memproduksi air zam-zam palsu ini. Awalnya polisi mendatangi Toko Rizki di Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu malam kemarin. Berbagai barang bukti beserta tersangka W, S, R dan A diamankan. Dari keterangan tersangka polisi mendatangi dua lokasi lain."Kami kembangkan ke pabriknya di Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat dan Kramatjati," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hendro Pandowo kepada merdeka.com, Kamis (2/4).Hendro mengatakan air zam-zam itu berasal dari air mineral biasa yang dijual di Tanah Abang. Dalam penggerebekan diamankan 2 air zamzam, 1 galon, 11 kardus kosong untuk mengemas air zamzam dan 2 karung kemasan plastik berisi jerigen.Selanjutnya penjualan air mineral palsu yang sudah beredar bertahun-tahun. Parahnya, sumber air yang digunakan berasal dari got, sungai, dan sumur tanpa melakukan sterilisasi.Penelusuran merdeka.com, Jumat (6/3), para penjual nakal air mineral palsu menggunakan botol-botol plastik bekas dari tempat penampungan. Botol-botol tersebut kemudian dibersihkan agar nampak seperti baru.Seorang penampung botol-botol bekas di Tanah Abang juga mengakui kerap ada orang yang membeli botol-botol plastik bekas untuk dijadikan kemasan baru."Satu kilo kami jual Rp 5 ribu," kata penampung botol bekas yang tak mau disebutkan namanya.Pengurus harian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) Eliyani mengungkapkan hasil penelitian menunjukkan banyaknya air minum kemasan tidak memenuhi standarisasi. "Airnya sudah terkontaminasi dan sangat berbahaya. Biasanya dijual di tempat-tempat terbuka," ungkap Eliyani.

Rekomendasi