Terkait tuduhan kalimat bernada rasis terhadap pengendara mobil bernama Huandra Limanau, pihak kepolisian lantas mencoba memberikan pembelaan. Pada Jumat lalu (27/3), sebuah video berisi kesaksian Brigadir Hardiyanto selaku anggota Polantas Jakarta Barat di depan para petinggi Polda Metro Jaya diunggah ke situs berbagi video YouTube.Dalam video tersebut tampak Hardiyanto datang ditemani oleh kedua temannya sedang menjelaskan kronologi kejadian melibatkan dirinya pada rabu lalu (25/3) sekitar pukul 11.00 WIB di wilayah Jakarta Barat. Dalam ruangan itu terlihat hadir Kasatlantas Mapolres Jakarta Barat AKBP Ipung Purnomo, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Martinus Sitompul, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Risyapudin Nursin. Hariyanto menjelaskan bahwa dirinya saat itu tengah menilang Huandra di sekitar Jakarta Barat, karena melanggar lalu lintas dengan menerobos jalur TransJakarta. Dia meminta Huandra mengeluarkan surat-surat kendaraan seperti SIM dan STNK. Huandra yang ditilang meminta lembar biru, namun ketika lembar biru diberikan, dirinya malah memarahi Hariyanto lantaran SIM-nya disimpan sebagai bukti.Huandra yang merasa kesal kemudian meminta surat tilang lembar merah. Namun Hariyanto merasa aneh, lantaran ketika diberikan lembar merah, Huandra semakin marah dan melempar surat tilang tersebut ke jalan raya. "Saya berikan lembar merah dilempar sama dia pas keluar dari mobil. Dia lempar itu ke jalan raya, habis itu narik-narik baju saya. Saya ditarik-tarik," ujar Hardiyanto dalam video yang berdurasi 6 menit empat puluh sembilan detik tersebut dengan mimik wajah serius.Hariyanto melanjutkan, Huandra sempat menarik kemejanya berkali-kali seperti mengancam. Ketika dirinya menjelaskan bahwa ini negara hukum ada aturan, Huandra seolah tidak terima. Dirinya malah teriak, "Maksud kamu apa? Saya China? Saya lahir di sini. Dasar polisi!" tegasnya.Singkatnya setelah tilang tersebut, menurut penjelasan Bripka I Dewa N yang menemani kesaksian Hariyanto sekaligus saat itu juga berada di lokasi yang sama, ada seorang perempuan yang tidak menjelaskan identitasnya menghubungi Huandra, dan meminta berbicara dengan Hariyanto untuk memberikan keringanan kepada Huandra yang diakui sebagai adik perempuan tersebut."Pak mohon maaf itu masih dalam pengobatan dan perawatan, maaf saja kalau ada ngomong kasar," tambah I dewa memberikan kesaksian."Pak Ipung dibantu sana sama Pak Hindarsono biar cepat. Kalau kejadian betul-betul seperti itu saya bisa merasakan minimnya kesadaran masyarakat. Kalau kurang ajar seperti itu juga saya tidak akan membiarkan kalian dalam artian kalian salah, tidak," ucap Risyapudin yang sedari tadi khusyu menyimak kesaksian Hariyanto.Hardiyanto menjelaskan, setelah itu Huandra akhirnya bisa diajak kompromi. Dirinya mengambil lembar biru dan melunasi pembayaran tilang melalui ATM. "Yang merah dilempar lalu dia ambil yang biru. Jadi dia enggak mau SIM nya diambil," ujarnya.Dirinya menjelaskan, setelah ditanda tanganani lembar biru, tangan Huandra mengacungi jari tengah ke arah Hardiyanto. Mendengar penjelasan Hardiyanto, semua yang berada di ruangan tersebut tertawa dengan suasana semakin mencair.Di akhir video tersebut terlihat Martinus sebagai Kabid Humas Polda yang sering diburu berita oleh media meminta kepastian akan kebenaran cerita tersebut. "Perawatan itu harus ada surat dari dokter. Dia bilang perawatan, saya nggak boleh ngomong begitu. Maka surat perawatan itu harus didapatkan dan statement siapa yang menyatakan di sakit. Interogasi lisan saja, dicatat nama, alamat dan nomor HP-nya serta hubungan dengan pelanggar apa, itu bisa jadi dasar kita untuk teman-teman wartawan," tutup Martinus.
Di depan atasan, Brigadir H membantah bertindak rasis
Saya berikan lembar merah dilempar sama dia pas keluar dari mobil. Dia lempar itu ke jalan raya, habis itu narik-narik
Rekomendasi