Klenteng Ang En Kiong Malang siapkan 6000 lontong Cap Go Meh gratis

Cap Go Meh sendiri merupakan acara penutup dari perayaan tahun baru Imlek.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Klenteng Ang En Kiong Malang siapkan 6000 lontong Cap Go Meh gratis
Klenteng Ang En Kiong Malang Sajikan 6000 Porsi Lontong Cap Go Meh Gratis. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Umat Thionghoa di seluruh dunia hari ini, Kamis, 5 Maret 2015 atau 15 Cia Gwee 2566 menggelar perayaan Hari Raya Gwan Siau atau Cap Go Meh. Tidak ketinggalan, Klenteng terbesar di Malang, 1941, Ang En Kion menyajikan hidangan khas berupa lontong Cap Go Meh untuk masyarakat sekitar.

Sekitar 6000 porsi disajikan secara gratis untuk para tamu yang datang ke klenteng di Jalan Martadinata Kota Malang itu. Lontong akan disajikan hari ini, dari pagi hingga malam hari.

"Masyarakat sekitar sini sudah tahu kalau perayaan Cap Go Meh datang sendiri tanpa diundang. Kegiatan ini sudah turun-temurun, tetapi semakin terekspos sejak reformasi 1998," kata Humas Klenteng An Eng Kiong, Bonsu Anton Triejono, Kamis (5/3).Sejak sebulan lalu, pihak yayasan telah menyiapkan serangkaian persiapan untuk kegiatan-kegiatan Imlek. Cap Go Meh sendiri merupakan acara penutup dari perayaan tahun baru Imlek.

Sekitar 500 kg daging ayam disiapkan dan 4000 lebih lontong dimasak secara bertahap. Panitia juga sudah mengantisipasi, jika nantinya pengunjung mendadak akan bertambah.

Lontong Cap Go Meh disajikan dengan kuah kental dengan sepotong ayam. Dilengkapi juga dengan telur, tahu dan lodeh labu. Tidak ketinggalan juga ditabur koya yang menambah kenikmatan.Cap Go Meh artinya tanggal 15 atau purnama, yang menurut Anton, memiliki makna penuh filsafat. Lontong yang disajikan memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur pada Tuhan, sehingga bisa mengawali musim tanam. Karena bagi warga Thionghoa, tahun baru Imlek menyambut kedatangan musim semi, yang juga awal musim tanam untuk daerah tropis."Arti lontong sendiri secara filsafat mengandung makna menyimpan rapat unsur-unsur negatif manusia, dibungkus secara rapat dengan ditusuk lidi. Dimasak artinya dijadikan pelajaran hidup atau diolah agar di hidup selanjutnya lebih baik," katanya.Selain sajian menikmati lontong Cap Go Meh, panitia juga menggelar pertemuan Perempuan Forum Antar Umat Beragama (P-FKUB), penampilan berbagai kesenian dan atraksi barong, serta acara seremonial yang digelar pukul 19.00 WIB.

Rekomendasi