Dunia Pendidikan di Kabupaten Jembrana Bali tercoreng. Hal ini terjadi setelah rekaman percakapan KWS (49) guru agama di salah satu SMA Negeri setempat yang sedang merayu muridnya OA (16) untuk mengajak hubungan badan.Dalam percakapan yang berdurasi 1 jam lebih dan telah beredar luas di kalangan siswa tersebut, terdengar KWS yang juga diduga menjabat sebagai Wakasek bidang kesiswaan, sekaligus pembina OSIS ini sedang melancarkan bujuk rayunya kepada OA layaknya orang berpacaran.Parahnya lagi, dalam rekaman tersebut terdengar KWS mengajak OA untuk berhubungan badan dengan dalil diamankan nilai pelajaran agama Hindu."Mau yah, pokoknya nilai aman. Nanti, mau dikeluarkan di dalam atau di luar, ayo," ujar KWS dalam rekaman tersebut.Sementara OA menimpali dengan kata-kata "Enggak pak, enggak pak."
Advertisement
Dalam rekaman, guru bejat ini berusaha membuka baju OA. Kendati tidak dengan memaksa, OA berusaha menghindar dengan mengucapkan kata-kata, "Jangan pak, jangan pak," ucap OA dalam rekaman sambil terlihat menepis tangan usil guru agama ini.Rekaman yang menggambarkan ulah bejat guru ini, sontak membuat geger pihak sekolah termasuk para siswa. Bahkan Kadis Dikporaparbud Pemkab Jembrana juga sudah mengetahui hal ini, yang akhirnya turun tangan untuk menelusuri rekaman percakapan yang menghebohkan tersebut.Kasus itu terjadi pada 11 Februari lalu, di ruang Wakil kepala sekolah. Saat itu Ketut WS meminta OA untuk menemuinya di kantornya. Ketut WS berjanji akan mengambilkan HP milik OA yang disita guru BP saat sweeping HP terhadap para siswa sekolah tersebut. Namun guru ini meminta janjian di tempat sepi atau tunggu saat guru-guru lain pulang dengan dalil agar tidak ketahui mengembalikan HP miliknya."Saya diminta menemuinya, tapi mau ketemu di tepat sepi atau di tempat lain, saya jadi curiga dan sebelum ketemu saya bicarakan dengan teman-teman. Dari situlah tersirat ide teman untuk merekam," terangnya.
Advertisement
Atas usul teman-temannya, OA akhirnya merekam pertemuan itu. Dan benar saja, KWS si guru agama cabul itu melancarkan bujuk rayunya untuk bisa menyetubuhi OA.Setelah rekaman tersebut beredar luas, OA (16) justru dipanggil pihak kepala sekolah untuk diinterogasi. Merasa tidak adil, sejumlah siswa sekelasnya menggeruduk ke ruang guru. Bahkan mereka membuka kartu tidak hanya OA yang selama ini jadi korban rayuan dan tindakan tangan usil guru agama di sekolahnya.Rekan-rekan se kelas OA meminta agar guru agama Hindu yang selama ini mengajar diberikan tindakan tegas. "Dia tidak hanya sering merayu, bahkan sesekali tangannya usil pegang sesuatu yang tak wajar. Colek-colek," aku OA yang duduk di kelas II SMA, ini Rabu (4/3) di Jembrana Bali.Paska kejadian tersebut OA mengaku ketakutan ketika guru tersebut mengajar. "Sekarang setiap pelajaran agama, saya bolos pak. Takut, kalau saya ingat kejadian tersebut, saya sangat terpukul dan saya tidak mau lagi melihat guru itu," ujar OA.Sejumlah murid di SMA Negeri di Jembrana meminta agar guru agama mereka dikeluarkan karena sering berbuat cabul. Permintaan itu akhirnya ditanggapi serius. Guru tersebut kini sudah dinonaktifkan."Pengakuannya hanya khilaf dan tidak sadar berbuat hal itu," ucap salah seorang guru di sekolah tersebut.
Advertisement
Selain mendapat sanksi penonaktifan, guru itu juga diminta untuk meminta maaf secara langsung nantinya di hadapan seluruh siswa siswi saat upacara bendera Senin depan. Permintaan maaf itu khususnya ditujukan kepada siswi rekaman suaranya beredar.Jika hal itu tidak dilakukan, guru berinisial WS itu dipersilakan mundur. WS pun membenarkan rekaman dirinya yang meminta berhubungan badan dengan seorang siswi, OA."Kalau mau melecehkan sejauh itu apalagi mau buka pakaiannya itu tidak benar. Saya sudah meminta maaf kepada orangtuanya dan juga pihak sekolah, dan sekarang masih dalam proses mediasi dan penyelesaian masalah," jelas WS serambi memohon untuk tidak dibesar-besarkan lagi apalagi dipublikasikan kasusnya.