Artis top dunia rayu Jokowi ampuni Bali Nine

"Sekali lagi, dengan hormat saya meminta kepada Anda untuk membuat sebuah perbedaan yang nyata dan membatalkan hukuman."

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
Artis top dunia rayu Jokowi ampuni Bali Nine
Presiden Jokowi. ©Setpres RI/Cahyo

Presiden Joko Widodo diminta beberapa pihak untuk menghentikan hukuman mati terhadap pengedar narkoba. Namun Jokowi bersikap keras tak menghiraukan imbauan permintaan tersebut. Jokowi mengaku mengaku ditelepon oleh tiga kepala negara terkait eksekusi mati sejumlah terpidana di Indonesia. Salah satu kepala negara yang menghubunginya adalah Presiden Brasil Dilma Rousseff. Dia mengatakan, Dilma menghubunginya sebelum terjadinya insiden ditolaknya surat kepercayaan Duta Besar Indonesia untuk Brasil, Toto Riyanto."Iya. Masalah hukuman mati ada telepon dari Presiden Brasil. Presiden Perancis kemarin juga (menelepon), kemudian dari Belanda juga," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (24/2) kemarin.Namun kali ini artis top dunia meminta Jokowi untuk menghentikan hukuman mati jaringan narkoba Bali Nine. Dua orang warga negara Australia, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan akan menjalani eksekusi mati pada bulan Maret. Keduanya adalah anggota jaringan 'Bali Nine' yang menyelundupkan heroin 8,2 kilogram ke Pulau Dewata pada tahun 2005 lalu.

Vokalis Napalm Death, Mark 'Barney' Greenway melalui akun facebooknya menolak hukuman mati kepada Jokowi. Mark 'Barney' Greenway mengirimkan surat permohonan tak mengeksekusi mati terpidana duo Bali Nine. Permohonan pembatalan hukuman mati yang ditulis Barney Kamis (22/1) dini hari tersebut."Yang terhormat Bapak Widodo, Saya memohon langsung kepada Anda untuk mengampuni Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, dua warga Australia yang sedang menanti hukuman mati di Indonesia karena menyelundupkan narkoba," kata Mark 'Barney' Greenway.Menurut dia, Jokowi yang sebagai fans berat Napalm Death memahami lirik-lirik lagunya yang menentang kekerasan di dunia. "Apakah itu berasal dari sebuah negara atau sebagai individu. Jika hal ini tidak dapat membantu dan mengubah apapun, saya yakin kami tidak akan pernah benar-benar maju sebagai seorang manusia," sambungnya. "Sekali lagi, dengan hormat saya meminta kepada Anda (Jokowi) untuk membuat sebuah perbedaan yang nyata dan membatalkan hukuman ini," imbuhnya.

Sementara senada dengan Napalm Death, gitaris band metal legendaris Black Sabbath ikut serta dalam kampanye menyelamatkan dua pemimpin jaringan narkoba Bali Nine. Tony Iommi (67 tahun) asal Inggris, belum lama mengirim surat ke Presiden Joko Widodo.Dia mengetahui jika Jokowi adalah seorang penggemar musik metal. Dia mengharapkan Jokowi mempertimbangkan faktor kemanusiaan agar mengampuni Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, keduanya warga Australia, yang hendak ditembak mati di Nusakambangan.

Dalam surat tertanggal 3 Maret 2015 itu, Iommi mengakui kejahatan keduanya karena hendak menyelundupkan narkoba sangat berat. Sebagai musisi metal dia mengakui dampak merusak dari obat-obatan terlarang tersebut."Sudah banyak bukti bahwa keduanya bertobat selama berada di lembaga pemasyarakatan Bali. Saya memohon pada anda, agar mengapresiasi pertobatan itu," tulis Iommi seperti dilansir Sydney Morning Herald, Rabu (4/3).Sebagai gantinya, Iommi memohon Presiden Jokowi membiarkan mereka menjalani hukuman seumur hidup. Dia optimis, Andrew dan Myuran yang kini sudah bertobat dapat memberi sumbangsih besar kepada sesama narapidana.

Rekomendasi