Yana, pengemudi Honda City yang menyeret mahasiswa UPI mengaku gugup saat tubuh Firman terhempas mobilnya. Dia sebelumnya memang melihat korban sebelumnya terlibat kecelakaan dengan sesama motor."Pertama lihat ada motor jatuh di depan," kata Yana saat ditemui di sela pemeriksaannya di Polresta Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (28/2).Dengan kepanikan, dia tak sempat menginjak pedal rem. Apalagi, orang-orang berteriak menambah gugup."Saya enggak sempat ngerem. Ada yang bilang ada orang. Saya gugup. Saya lihat tangan. Saya takut ada massa teriak-teriak," jelasnya.Dia mengaku langsung tanpa gas untuk mencari lokasi yang aman. Dia pun menyadari ada yang mengganjal di bagian bawah mobilnya, tapi ketakutan semakin buatnya tak konsentrasi saat mengemudi."Saya lari ke tempat kosong. Tapi banyak truk. Memang seperti ada suara seperti barang terseret. Tapi saya takut dan panik," ucapnya gemetar.Di tengah kebingungan, Yana akhirnya mengarahkan setir mobil ke Tol Pasirkoja. Karena sudah bingung, dia sampai memutuskan tak mengambil tiket tol."Akhirnya saya masuk di Pasirkoja. Sempat mau ambil tiket tapi enggak keluar. Saya berhenti emang ke Cikamuning. Tapi berhenti sendiri," pungkasnya.Mobil Honda City nopol D 1347 UI yang dikendalikan Yana menyeret Firman sampai 30 kilometer. Tubuh korban menggantung di kolong dengan kondisi mobil melaju hingga kecepatan 120 kilometer/jam. Dia sudah diteriaki warga tapi semakin mempercepat laju kendaraannya.
Sopir Honda City seret mahasiswa UPI: Saya gugup, saya lihat tangan
Dia mengaku tak sempat menginjak pedal rem karena gugup melihat berteriak.
Advertisement
Rekomendasi