Menteri Kesehatan Nila Djuwita Farida Moeloek mengatakan obat anastesi Buvanest Spinal bikinan Kalbe Farma telah ditarik dari peredaran. Sebab diduga akibat salah pelabelan obat ini, dua pasien Rumah Sakit Siloam Karawaci wafat saat menjalani pengobatan.
"Sudah ditarik dulu, ditarik," kata Nila sebelum menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/2).
Namun, Nila belum bisa memastikan apakah bakal menjatuhkan sanksi buat Kalbe Farma akibat kelalaian menyebabkan kematian itu. Yang jelas, kata dia, Kementerian Kesehatan akan mengkaji kasus ini secara objektif.
"Ini lagi penelitian, penyelidikan, nanti kita lihat. Saya maunya objektif. Yang salah kita sesuaikan kesalahannya. Jangan dulu-duluan, nanti saya salah sendiri," jelas Nila.
Seperti diketahui, dua orang pasien Rumah Sakit Siloam Karawaci wafat setelah disuntik dengan obat itu. Buvanest Spinal seharusnya diberikan sebagai bius pada pasien bakal dioperasi, tapi malah berisi kandungan obat yang disebut-sebut buat pengentalan darah.
Kasus ini masih terus diusut oleh Kemenkes, Badan Pengawasan Obat dan Makanan, dan Kalbe Farma sebagai produsen. Dalam tahap awal, dipastikan Kalbe Farma terbukti melakukan kesalahan.