Imlek dalam bingkai sejarah Indonesia

Jauh sebelum bangsa Indonesia merdeka, kaum Tionghoa telah ada di Nusantara.

Anwar Khumaini
Oleh Anwar Khumaini - Reporter
Imlek dalam bingkai sejarah Indonesia
Ilustrasi Imlek. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/wong yu liang

Etnis Tionghoa di seluruh dunia Kamis (19/2) lalu merayakan tahun baru Imlek. Berbagai ritual menyambut datangnya tahun baru kambing kayu tersebut hingar bingar di berbagai penjuru dunia, tak cuma di China saja.Indonesia juga tak lepas dari perayaan Imlek. Sebulan terakhir, berbagai pusat perbelanjaan, kuil, dan kantor-kantor berhias diri dengan berbagai hiasan-hiasan berbau Imlek. Di Indonesia, perayaan Imlek memiliki sejarah yang cukup dramatis. Pada pemerintahan Soeharto, bahkan hampir dilarang. Namun kini, Imlek menjadi salah satu bagian perayaan yang meriah di Tanah Air. Bahkan hari Imlek dijadikan hari libur nasional.Jauh sebelum bangsa Indonesia merdeka, kaum Tionghoa telah ada di Nusantara sejak seribuan tahun silam. Berdasarkan catatan sejarah, pertama kali mereka singgah pada abad ke 4 dan melakukan hubungan dengan kerajaan-kerajaan di Jawa. Seiring berjalannya waktu, kondisi perpolitikan Indonesia membawa kaum Tionghoa ke dalam sejarah yang cukup dramatis.Pasca reformasi, presiden Abdurrahman Wahid kembali memberikan kebebasan kepada etnis Tionghoa untuk merayakan acara-acara keagamaan dan adat istiadat, termasuk Imlek. Beralih ke pemerintahan Megawati, kaum Tionghoa makin mendapatkan tempat. Pada masa ini, bahkan hari Imlek dijadikan sebagai hari libur nasional.Turut memeriahkan Imlek, merdeka.com kali ini mengangkat berita tematik soal perayaan Imlek di Indonesia, mulai dari sejarah Imlek dirayakan, hingga saat ini dimana hingar bingar Imlek sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Selamat membaca.

Rekomendasi