Pengakses film porno di Indonesia cukup besar. Rupanya, hal ini berdampak pada pedagang DVD porno di Pasar Glodok Jakarta Barat. Padahal era 2000-an, DVD porno di pasaran laris manis. Pembelinya datang dari berbagai kalangan. Kalangan anak muda adalah paling banyak. Namun sejak berkembangnya internet, omzet mereka menurun hingga 50 persen lebih. Sekarang pembeli lebih banyak pria berusia 40 tahun ke atas.Menurun omzet penjualan DVD porno diakui oleh para pedagang DVD porno di pasar Glodok, Jakarta Barat. "Dibanding dulu ya jelas menurun. Sekarang sudah jarang anak muda beli DVD porno," kata pedagang yang membuka lapak di bawah jembatan Glodok, Selasa (10/2).Pedagang lainnya mengatakan sehari mereka hanya kedatangan 3 sampai 5 pembeli. Itupun paling banyak hanya membeli 3 buah DVD. Padahal dulu bisa sampai 10 orang lebih yang datang. Belinya bisa borongan. "Dulu, bisa habis sampai 30 kaset lebih. Sekarang laku 5 saja,” katanya.Di internet situs porno berjubel. Jumlahnya mencapai 500 juta situs berkonten porno. Yang mengagetkan, Indonesia menempati urutan kedua di dunia pengakses situs porno. Jumlah penikmat film porno di internet makin meningkat ketika smartphone muncul.Penjual DVD porno sebenarnya sudah tidak bisa mengandalkan pemasukan dari hasil dagangannya. Semakin lama peminat DVD porno semakin berkurang. Meski begitu mereka masih bertahan karena pembelinya masih ada walaupun tidak seramai dahulu."Kami ngandelin pembeli yang hobi saja. Film sudah gampang dilihat di internet," tutur pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Pedagang DVD porno di Glodok gusar omzetnya mulai menurun
Indonesia menempati urutan kedua di dunia pengakses situs porno.
Advertisement
Rekomendasi