Masih 112 korban AirAsia QZ8501 yang belum berhasil ditemukan Tim SAR di Selat Karimata, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. Keluarga korban hingga saat ini masih terus berharap keluarganya bisa ditemukan.Di hari ke 19 ini, sejak kali pertama pesawat nahas itu dinyatakan hilang kontak pada 28 Desember 2014 lalu, hanya 50 jenazah yang berhasil ditemukan. Dari 50 jenazah itu, dua jasad ditemukan Rabu kemarin (14/1).Sedangkan 48 jenazah yang ada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jawa Timur, 38 di antaranya sudah teridentifikasi dan 10 masih menunggu proses rekonsiliasi, untuk menentukan identitasnya.Imam Sampurno, satu di antara sekian keluarga korban yang keluarganya belum berhasil ditemukan. Kakek 50 tahun, asal Probolinggo ini, mengaku masih tetap setia menanti informasi penemuan empat keluarganya.Keluarga Imam yang turut menjadi korban pesawat rute Surabaya-Singapura dan belum berhasil ditemukan itu adalah, anak kandungnya, Dona Indah. Kemudian anak menantunya, atau suami Dona, Bobby Sidharta, dua anak Dona-Bobby, yaitu Permata Sari (16) dan Kaisya Putri (10 )."Sebagai orangtua, saya berharap anak-anak dan cucu-cucu saya ditemukan. Apapun kondisinya harus ditemukan. Saya ingin melihat mereka untuk yang kali terakhirnya dan bisa memakamkannya dengan layak," tuturnya dengan nada rendah, saat berada di Posko Crisis Center, Polda Jawa Timur, Kamis (15/1).Imam menceritakan, sebelum kejadian nahas itu, anak dan menantunya itu berniat berlibur menikmati akhir tahun di Singapura. Namun, tak ada yang menyangka pesawat yang ditumpangi bos perusahaan properti dan keluarganya itu, hilang kontak setelah take off dari Bandara International Juanda Surabaya di Sidoarjo, pada 28 Desember 2014 lalu.Selanjutnya, Tim SAR dibantu TNI-Polri dan sejumlah negara tetangga, melakukan pencarian. Dan hingga hari ini, hanya 50 korban yang berhasil ditemukan.Tim SAR sendiri, setelah tujuh hari melakukan pencarian ditambah tujuh hari, dengan dalih undang-undang, berniat menghentikan operasi pencarian dan menggantinya dengan operasi harian."Soal itu, kita pihak keluarga sudah mendapat penjelasan langsung dari Ketua Basarnas kemarin lalu. Pencariannya tidak dihentikan, hanya diubah menjadi harian. Buktinya mereka masih mencari dan berhasil menemukan badan pesawat dan dua korban lagi," akunya.Bahkan, masih kata Imam, Tim SAR juga masih menerjunkan tim penyelam untuk melakukan pencarian di dasar laut. "Jadi, kita pihak keluarga sangat berharap, semua keluarga kami bisa ditemukan nanti," harapnya.Karena besarnya harapan itu, Imam sampai mengaku belum sekalipun berpikir masalah asuransi dan bantuan keuangan dari pihak AirAsia. "Ya masak anak diganti dengan uang. Itu kan tidak etis," tegasnya."Yang jelas sampai saat ini, saya belum menuntut apa-apa. Kami belum bicara masalah finansial, karena masih nunggu keluarga saya ketemu. Cari dulu sampai ketemu baru nanti dipikirkan lebih lanjut," pungkasnya.
Kakek Imam ingin makamkan anak, menantu dan cucunya secara layak
Kakek 50 tahun, asal Probolinggo ini, mengaku masih tetap setia menanti informasi penemuan empat keluarganya.
Rekomendasi