Kasus ini terjadi Jumat (09/01) kemarin. Seorang siswi berinisial NB (13) kelas VIII SMP di Palembang menanggung derita seumur hidup setelah diperkosa secara bergilir oleh 12 adik kelasnya. NB lalu melapor ke SPKT Polresta Palembang, Jumat (9/1).Kepada petugas, korban menuturkan peristiwa itu terjadi pada 30 Desember 2014 lalu pukul 11.00 WIB di sebuah rumah kosong di kawasan Kelurahan 15 Ilir Palembang.Saat itu, korban dan 12 pelaku sedang berkumpul seperti biasa. Tak diduga, pelaku menarik korban secara paksa dan mereka memerkosa korban secara bergantian. "Kami lagi ngumpul-ngumpul. Ternyata, mereka ramai-ramai perkosa saya, gantian," terang NB.Setelah puas memerkosa korban, ke 12 pelaku langsung pergi. Sedangkan korban ditinggal begitu saja. "Saya nangis di sana (TKP). Saya ditemukan orang dan diantar ke rumah," kata dia.Setelah menerima laporan itu, polisi langsung bergerak menangkap para pelaku. Empat siswa langsung diamankan yakni GH alias S (12), SR (13), KK (14), dan ironisnya satu pelaku lagi berinisial BC alias KI (7) adalah siswa SD.
Advertisement
Para pelaku itu ditangkap beberapa jam setelah polisi menerima laporan, Sabtu (10/01). Polisi menangkap GH alias S (12), siswa kelas VII di sekolahan yang sama dengan korban. Sony ditangkap sepulang dari sekolah."Dari 12 pelaku yang dilaporkan, empat orang sudah ditangkap. Satu diantaranya pada hari saat laporan diterima, dan tiga pelaku ditangkap hari Minggu kemarin," ungkap Suryadi, Senin (12/1).KI, siswa SD yang ditangkap dalam perkara itu masih duduk di bangku kelas 1. Namun kepada polisi dia mengaku tidak sampai memerkosa korban. Dia hanya memeras payudara korban.
"Aku tidak perkosa, cuma megang-megang dadanya (payudara) saja," ungkap KI di Mapolresta Palembang, Senin (12/1).Dikatakannya, dia terpaksa melakukan kejahatan itu lantaran dipaksa oleh pelaku berinisial BB (buron). Saat itu, dia sedang nongkrong di sekitar lokasi kejadian. Tiba-tiba BB datang dan mengajaknya ke lokasi untuk menggerayangi korban. "Aku dipaksa pak, kalo tidak mau, aku ditampar. Jadi, ngikut saja," ujarnya.