Kepala Lembaga Pendidikan Polisi Komjen Budi Gunawan membantah memiliki uang di sejumlah rekening dalam jumlah fantastis. Menurut dia hasil penyelidikan terkait dugaan rekening jumbo sudah selesai."Sudah selesai 2010, sudah klarifikasi. Mabes Polri sudah berapa kali merilis," kata Komjen Budi saat ditemui usai acara sertijab Kapolda Banten dan pelantikan Kapolda Papua Barat di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Jumat (9/1).Terkait kedekatannya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, dia tak menampiknya. Mantan Kapolda Bali mengatakan hubungan dengan Megawati hingga kini masih berjalan dengan baik."Dari dulu kan memang dekat, dulu saya ajudannya. Ya masih silaturahmi, kalau lebaran ke sana," katanya.Sebelumnya, Komjen Budi Gunawan mengklaim kasus rekening gendut telah selesai. Pihak Bareskrim telah menindaklanjuti laporan hasil analisis dari Pusat Pelaporan Analisa dan Transaksi Keuangan (PPATK) pada 2010."Masalah itu perlu saya luruskan bahwa terkait LHA (Laporan Hasil Analisis) dari PPATK sudah ditindaklanjuti oleh Bareskrim pada tahun 2010 dan hasilnya sudah dikirim ke PPATK. Jadi masalah itu telah selesai. Artinya wajar dan dapat dipertanggungjawabkan," klaim Budi di gedung KPK, Jakarta, Jumat (26/7)Diketahui, Budi dan Badrodin (Asisten operasi Kapolri) masuk dalam daftar jenderal polisi yang memiliki rekening gendut. Dari hasil temuan PPATK tanggal 19 Agustus 2008, jumlah harta kekayaan Budi sebanyak Rp 4,6 miliar. Budi juga tercatat bersama anaknya pernah membuka rekening dan menyetor uang Rp 29 miliar dan Rp 25 miliar.Sementara itu untuk Badrodin, tercatat memiliki harta Rp 2 miliar dan US$ 4.000. Badrodin juga membeli polis asuransi pada PT Prudential Life Assurance Rp 1,1 miliar. Hal itu tercatat dari laporan hasil analisis PPATK tanggal 24 Maret 2008.Pada Juli 2013 lalu, Budi pernah melaporkan harta kekayaannya ke KPK. Selain budi terdapat Jenderal bintang dua yang melaporkan. Keduanya dipanggil KPK terkait permintaan Kompolnas untuk memverifikasi harta kekayaan masing-masing. Kompolnas saat ini tengah menyiapkan pencalonan Kapolri menggantikan Timur Pradopo.Selain dua di atas, sudah ada empat jenderal polisi yang melaporkan harta kekayaannya ke KPK. Mereka adalah Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Sutarman, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Putut Eko Bayuseno, Kapolda Bali Irjen Pol Drs Arif Wachjunadi dan Kepala BNN Komjen Pol Anang Iskandar.Sisanya yakni Wakil Kepala Badan Reserse Inspektur Jenderal Anas Yusuf, Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya Kadiv TI Polri, dan mantan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Saud Usman Nasution.
Lagi, calon Kapolri Komjen Budi Gunawan bantah berekening jumbo
"Sudah selesai 2010, sudah klarifikasi. Mabes Polri sudah berapa kali merilis," kata Komjen Budi Gunawan.
Rekomendasi